KSP Percepat Pembangunan Mother Station CNG Tanjung Enim Demi Ketahanan Energi

5 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kantor Staf Presiden (KSP) mempercepat koordinasi pembangunan fasilitas Mother Station CNG di Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja baru.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menyatakan bahwa pihaknya telah menyelesaikan koordinasi terkait proyek yang merupakan Program Strategis Nasional (PSN) ini. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak sepakat untuk segera merealisasikan proyek demi kepentingan bangsa dan negara.

"Saya dengan jajaran menyelesaikan koordinasi untuk pembangunan Mother Station CNG yang rencana akan dibangun di Tanjung Enim. Memang ada beberapa permasalahan, namun karena semua sepakat bahwa demi bangsa dan negara dan ini merupakan proyek nasional, program strategis nasional yang harus kita kembangkan," kata Dudung dalam siaran pers KSP, dikutip Sabtu.

Dalam koordinasi yang digelar pada Jumat (3/7), Dudung mengakui masih terdapat sejumlah aspek administrasi yang perlu diselesaikan, termasuk penyesuaian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Meski demikian, ia memastikan bahwa proses administrasi dan pelaksanaan pekerjaan fisik akan dijalankan secara paralel agar target penyelesaian pada tahun ini dapat tercapai.

"Di dalam penyelesaian administrasi itu sendiri, karena ini harus segera, target sesuai dengan tahun ini, maka proyek ini akan segera dikerjakan," tegasnya.

Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja

KSP menjelaskan bahwa penguatan koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk mengawal pelaksanaan program prioritas Presiden. Langkah ini ditempuh untuk membantu mengatasi berbagai hambatan implementasi di lapangan sehingga PSN dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Dudung menekankan bahwa selain memperkuat ketahanan energi, proyek ini diharapkan memberikan dampak ekonomi secara langsung. "Yang paling dominan dirasakan pasti adalah membuka lapangan pekerjaan, kemudian ketahanan energi nasional," ujarnya.

Ia menambahkan, Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi pembangunan karena memiliki potensi sumber daya energi yang melimpah, baik gas bumi maupun batu bara. Wilayah ini dinilai sangat strategis untuk mendukung pengembangan sektor energi nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT PGN Arief K. Risdianto menyatakan dukungan KSP sangat penting dalam mengawal optimalisasi gas domestik, khususnya pengembangan Coalbed Methane (CBM) Tanjung Enim dan infrastruktur penyaluran di Pagardewa. Ia menegaskan kesiapan PGN sebagai Subholding Gas Pertamina untuk menjadi penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional.

"Dengan infrastruktur dan pengalaman yang dimiliki PGN sebagai Subholding Gas Pertamina, kami siap menjalankan peran sebagai penghubung antara potensi pasokan gas domestik dengan kebutuhan energi nasional," kata Arief.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Politics | | | |