Lagu Bayar Bayar Bayar: Kritik Tajam untuk Polisi.

1 month ago 19

Image Ahmad Fadhly

Kolom | 2025-02-22 19:42:40

Penulis Penggiat Media Sosial
Lagu Bayar Bayar Bayar dari Sukatani menjadi perbincangan hangat baik di media sosial maupun dunia nyata. Karena liriknya yang tajam mengkritik praktik-praktik kepolisian yang dianggap sarat pungutan.

Lagu ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk ekspresi masyarakat yang selama ini merasakan ketidak adilan dalam pelayanan publik, khususnya di instansi kepolisian. Kritik melalui seni, seperti yang dilakukan Sukatani, adalah cerminan dari keresahan rakyat. Musik selalu menjadi medium yang kuat untuk menyuarakan ketimpangan sosial, sebagaimana lagu-lagu protes dari era sebelumnya.

Daripada membungkam kritik, seharusnya pihak berwenang menjadikannya sebagai bahan refleksi untuk perbaikan institusi. Mendukung lagu ini bukan berarti membenci polisi, tetapi menegaskan bahwa keadilan dan transparansi harus ditegakkan.

Polisi sebagai institusi negara harusnya merangkul kritik ini sebagai dorongan untuk membersihkan citra dan membangun kepercayaan publik.Jika kritik seperti ini terus bermunculan, artinya ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Seni yang berbicara tentang realitas sosial tak boleh diberangus. Justru, ini adalah panggilan untuk reformasi dan perubahan yang lebih baik.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
Politics | | | |