Lakukan Intimidasi dan Kekerasan, 6 Debt Collector di Semarang Dibekuk Polisi

9 hours ago 8

Keenam pelaku yang ditangkap berinisial FR, YP, A, IW, MH, dan HO.

Debt Collector (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Polda Jawa Tengah (Jateng) membekuk enam penagih utang atau debt collector (DC) yang melakukan teror dan tindakan intimidatif terhadap seorang penyewa mobil di Kota Semarang. Dalam pemeriksaan kasus tersebut, terungkap pula bahwa para DC salah menargetkan kendaraan.

Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Anwar Nasir mengungkapkan, korban dari aksi intimidasi para tersangka adalah Arnita Devi, warga Jepara, Jateng. Dia mengatakan pada 7 Februari 2026 lalu, Arnita bersama empat teman perempuannya menyewa mobil Toyota Avanza berwarna hitam untuk berwisata ke daerah Ungaran, Kabupaten Semarang.

"Pada saat kendaraan yang dikemudikan saudari Arnita Devi hendak masuk pintu Tol Kaligawe, Kota Semarang, situasi yang mulanya berjalan normal tiba-tiba berubah mencekam. Kendaraan tersebut secara mendadak dipepet dan dihentikan secara paksa oleh enam orang pelaku," kata Anwar ketika memberikan keterangan pers di Mapolda Jateng, Rabu (25/2/2026).

Anwar menambahkan, setelah mobil yang dikendarai Arnita berhenti, para pelaku menghampirinya dan menyampaikan bahwa mereka berasal dari perusahaan leasing. Pada momen itu, menurut Anwar, nada bicara para pelaku sudah intimidatif.

Hal itu membuat korban hanya berani membuka sedikit kaca jendela. Dalam video yang viral di media sosial dan turut ditayangkan dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Arnita sempat menyampaikan bahwa mobil yang dikendarainya merupakan sewaan.

"Situasi kemudian makin panas ketika para pelaku secara paksa memasukkan tangannya melalui celah jendela dengan tujuan merebut kunci kendaraan yang saat itu masih tertancap pada rumah kunci. Korban yang menyadari maksud dari DC tersebut berusaha mempertahankan kunci dengan memegang sekuat tenaga," kata Anwar.

Dalam video tampak Arnita dan teman-temannya berteriak histeris. Namun, para pelaku mengabaikan hal tersebut. Situasi itu berlangsung selama sekitar lima menit. Pada akhirnya, para DC berhasil membuka kap mobil korban.

"Namun, berdasarkan hasil pengecekan tersebut, identitas kendaraan yang dibawa oleh korban ternyata tidak sesuai dan berbeda dengan identitas yang tercantum pada surat kuasa yang mereka terima," kata Anwar.

Read Entire Article
Politics | | | |