REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ekonom dan peneliti CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet menegaskan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas harus menjadi prioritas kebijakan pemerintah. Ini menyusul rilis terbaru data ketenagakerjaan yang menunjukkan angka pengangguran turun.
“Penciptaan lapangan kerja perlu diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki daya serap besar sekaligus menawarkan kualitas pekerjaan yang lebih baik,” kata Yusuf saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran di Indonesia pada November 2025 tercatat sebanyak 7,35 juta orang, turun sekitar 109 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Jumlah angkatan kerja mencapai 155,27 juta orang, dengan 147,91 juta di antaranya telah bekerja dan sisanya masih berstatus pengangguran. Dari total penduduk bekerja tersebut, sebanyak 85,35 juta orang atau 57,70 persen bekerja di sektor informal, sementara 62,57 juta orang atau 42,30 persen berada di sektor formal.
Menurut Yusuf, meskipun jumlah pengangguran menurun, kualitas penyerapan tenaga kerja belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Hal ini tercermin dari masih besarnya proporsi pekerja di sektor informal yang umumnya memiliki tingkat upah lebih rendah, produktivitas terbatas, serta minim perlindungan sosial.
Ia juga menyoroti perlambatan pertumbuhan upah yang menjadi sinyal perlunya perhatian lebih lanjut. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar tenaga kerja baru terserap di sektor dengan tingkat upah relatif rendah, sehingga kualitas pasar kerja secara keseluruhan belum membaik.
Selain mendorong penguatan sektor manufaktur yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, Yusuf menilai sektor jasa, khususnya pariwisata, memiliki potensi besar sebagai pelengkap. “Di saat yang sama, pemerintah perlu memastikan penguatan keterampilan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan sektor-sektor tersebut, serta menyelesaikan berbagai hambatan struktural yang menghambat investasi, produktivitas, dan ekspansi usaha,” ujarnya.
Dengan demikian, penurunan angka pengangguran diharapkan tidak hanya bersifat kuantitatif, tetapi juga diikuti oleh peningkatan kualitas pekerjaan dan kesejahteraan tenaga kerja.
sumber : Antara

2 hours ago
6















































