Lebanon Bikin Kesepakatan dengan AS-Israel, Hizbullah Murka

5 hours ago 15

Asap mengepul menyusul serangan udara Israel di Dahieh, di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, 11 Maret 2026.

REPUBLIKA.CO.ID,WASHINGTON — Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) merilis dokumen kerangka kerja trilateral yang disepakati oleh AS, Israel, dan Lebanon. Dokumen tersebut menguraikan peta jalan (roadmap) yang bertujuan untuk menciptakan apa yang disebut para pihak sebagai "perdamaian dan keamanan abadi" antara Lebanon dengan Israel.

Berdasarkan dokumen tersebut, Lebanon dan Israel menyatakan ambisi mereka untuk mengakhiri status perang secara formal, menjamin kedaulatan dan keamanan kedua belah pihak, serta membangun hubungan "tetangga" yang damai. Langkah ini akan ditempuh melalui perjanjian di masa depan dan negosiasi bilateral langsung yang dimediasi oleh Washington.

Kerangka kerja ini dicapai setelah melalui beberapa putaran negosiasi langsung. Kesepakatan ini menetapkan pendekatan bertahap menuju normalisasi keamanan dan politik di bawah mediasi AS, dilansir dari Al Mayadeen, Sabtu(27/6/2026).

Inti dari kerangka kerja ini adalah proses timbal balik yang mengaitkan penarikan pasukan militer Israel (IDF) dari wilayah Lebanon dengan pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara—merujuk pada Hizbullah—serta pemulihan otoritas negara Lebanon secara bertahap di seluruh negeri.

Di bawah aturan yang diusulkan, Angkatan Bersenjata Libanon (LAF) secara bertahap akan mengambil alih tanggung jawab keamanan di "zona percontohan" yang ditentukan. Langkah ini dilakukan setelah adanya "pelucutan senjata yang terverifikasi" terhadap Hizbullah dan pembongkaran infrastruktur militernya.

Perjanjian tersebut juga mengikat Lebanon untuk memastikan bahwa kelompok bersenjata non-negara tidak memegang peran militer atau keamanan di wilayah mana pun di negara itu. Menurut dokumen tersebut, proses ini akan membuka jalan bagi penempatan kembali militer Israel secara bertahap dan kembalinya warga sipil yang mengungsi ke rumah mereka.

Read Entire Article
Politics | | | |