Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenag Siapkan Hampir 7.000 Masjid Ramah Pemudik

4 weeks ago 34

REPUBLIKA.CO.ID,KARAWANG — Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Kick Off Masjid Ramah Pemudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Masjid Jami’ An Nur, Karawang, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). Program ini bertujuan menghadirkan masjid sebagai ruang layanan publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad, Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Arsad Hidayat, Kasubdit Kemasjidan Nurul Badruttamam, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat Dudu Rohman, para Kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota se-Jawa Barat, serta perwakilan TNI–Polri dan Kementerian Perhubungan.

Menteri Agama (Menag) Prof KH Nasaruddin Umar, mengungkapkan, program Masjid Ramah Pemudik merupakan wujud nyata toleransi beragama di Indonesia yang tidak berhenti pada tataran wacana. “Inilah bukti bahwa Indonesia memiliki toleransi sejati, bukan hanya dalam teori, tetapi dalam praktik. Masjid adalah rumah bagi siapa pun,” ujar Menag secara virtual.

Menag menyampaikan, pada momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, sebanyak 6.919 masjid disiapkan untuk memberikan layanan bagi para pemudik dan musafir. Ia mengimbau pengelola masjid agar memberikan pelayanan terbaik demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

“Jika memungkinkan, sediakan kopi atau minuman hangat bagi para pengemudi agar tidak mengantuk. Kehadiran masjid sebagai tempat istirahat terbukti mampu menurunkan angka kecelakaan hingga 50 persen pada musim mudik sebelumnya,”tambah dia.

Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad menjelaskan, momentum akhir tahun memiliki dimensi keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan. Di satu sisi, umat Nasrani merayakan Natal sebagai ibadah. Di sisi lain, terdapat momentum libur sekolah dan libur Tahun Baru yang dinikmati seluruh masyarakat.

“Sebagaimana Idulfitri, ada aspek yang bersifat syariat dan ada pula yang bersifat sosial kemasyarakatan. Mudik dan liburan merupakan fenomena sosial yang dinikmati bersama oleh seluruh masyarakat,”kata Abu Rokhmad.

Read Entire Article
Politics | | | |