Liga Inggris tidak Lagi Agungkan Penguasaan Bola, Efektivitas Nomor Satu

1 day ago 9

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Manchester City hampir saja tersandung untuk kedua kalinya saat berhadapan dengan Bournemouth selama musim ini. City menang susah payah 2-1 dalam perempat final Piala FA pada 30 Maret kemarin.

Bournemouth adalah satu dari delapan tim yang mengalahkan Manchester City dalam pertandingan Liga Primer Inggris musim ini. Tujuh tim lainnya adalah Brighton, Tottenham Hotspur, Liverpool, Manchester United, Aston Villa, Arsenal, dan Nottingham Forest.

Liverpool menjadi satu-satunya tim yang dua kali mengalahkan The Citizens dalam pertandingan liga, sedangkan Spurs dua kali mengalahkan City dalam dua kompetisi berbeda.

Kecuali Arsenal dan Tottenham, kedelapan tim yang pernah mengalahkan City itu memiliki pendekatan yang justru tengah menjadi kecenderungan di Liga Inggris saat ini.

Newcastle United, Crystal Palace, Everton, dan Brentford yang menjadi tim-tim yang menahan seri City musim ini, juga dimabuk oleh kecenderungan itu. Kecenderungan itu adalah pendekatan yang menekankan counter-pressure dan counter-attack, atau menekan balik dan menyerang balik.

Di sini, mengoptimalkan transisi menjadi keharusan. Dalam sepak bola, transisi adalah keadaan yang merujuk perubahan cepat ketika satu tim kehilangan bola atau ketika mereka mendapatkan bola.

Dalam skenario kehilangan bola, tim akan secepat mungkin menyesuaikan taktik dengan bertahan serapat mungkin, bukan cuma dengan membentengi wilayah pertahanan, tapi juga dengan cara meneror lawan saat menguasai bola.

Sementara dalam skenario ketika sebuah tim menguasai kembali bola, sebuah tim akan secepat mungkin merangsek ke pertahanan lawan guna menciptakan peluang dan gol.

Kedua jenis transisi ini merupakan antitesis dari pendekatan penguasaan bola yang dirangkul Manchester City, terutama selama era Guardiola.

Untuk Bournemouth, analis pernah mengulas strategi pelatih Roberto De Zerbi yang brilian. Jika tak bisa langsung menghukum dengan transisi positif, Bournemouth akan memainkan bola di belakang. The Cherries berharap lawan terpancing menekan mereka di daerah pertahanan sendiri. Ketika ini terjadi, dalam sekejap mereka tiba-tiba melancarkan serangan cepat.

Lewat permainan satu dua, pemain Bournemouth memanfaatkan celah yang merenggang setelah lawan maju untuk merangsek ke kotak penalti lawan. Dalam versi lain, strategi Bournemouth ini sedikit mirip dengan pola serangan Australia saat mencetak gol kedua ke gawang Indonesia dalam kemenangan 5-1 pada laga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |