Literasi Finansial Jadi Strategi Inklusi Bank Syariah Digital

2 hours ago 3

Bank Aladin Syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Literasi keuangan karyawan menjadi perhatian di tengah meningkatnya konsumsi impulsif dan tekanan gaya hidup urban. Perusahaan dan lembaga keuangan mulai masuk ke lingkungan kerja untuk mendorong kebiasaan finansial yang lebih terencana.

PT Bank Aladin Syariah Tbk menggelar program literasi keuangan bagi karyawan Alfagift sebagai bagian dari kolaborasi di ekosistem Alfa Group. Program ini dilaksanakan untuk memperkuat pemahaman pengelolaan keuangan pribadi sekaligus mendorong disiplin menabung.

Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi program Glitz Treasury Journey, solusi perencanaan keuangan yang ditujukan bagi karyawan Alfagift. Skema ini mendorong tabungan terstruktur untuk membantu pencapaian tujuan finansial jangka pendek dan panjang.

Bank Aladin Syariah menghadirkan perencana keuangan Prita Hapsari Ghozie dengan materi bertajuk Savings vs Doom Spending. Sesi ini membahas perbedaan antara kebiasaan menabung strategis dan belanja impulsif yang berisiko mengganggu stabilitas keuangan.

Head of Marketing & Growth Bank Aladin Syariah Dwiyoga Kartiko Utomo mengatakan, literasi keuangan merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang berdaya secara finansial.

“Kami percaya bahwa akses terhadap layanan keuangan harus diiringi dengan pemahaman yang kuat mengenai pengelolaannya. Melalui program literasi ini, Bank Aladin Syariah ingin membantu karyawan Alfagift membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat dan terencana, sehingga tidak hanya produktif dalam bekerja, tetapi juga sejahtera secara finansial,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).

Perseroan mencatat total aset Rp14 triliun per November 2025 serta pertumbuhan jumlah nasabah aktif lebih dari 35,5 persen secara tahunan per Desember 2025. Kinerja tersebut menjadi modal ekspansi layanan perbankan syariah digital, termasuk melalui pendekatan literasi berbasis komunitas kerja.

Penguatan literasi di lingkungan korporasi dinilai menjadi strategi memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Integrasi edukasi dan layanan digital berpotensi meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan individu sekaligus memperdalam penetrasi perbankan syariah di segmen pekerja ritel.

Read Entire Article
Politics | | | |