Media Israel Bongkar Detik Badai Al-Aqsa dan Lemahnya Elite Israel yang Berselisih Hingga Detik Ini

1 hour ago 4

Sebuah roket diluncurkan dari pesisir Jalur Gaza menuju Israel oleh militan milisi Ezz Al-Din Al Qassam, sayap militer gerakan Hamas, di Kota Gaza, 07 Oktober 2023. Rentetan roket diluncurkan dari Jalur Gaza Sabtu pagi dalam serangan mendadak yang diklaim oleh gerakan Islam Hamas.

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV— Dalam laporan eksklusif panjang diterbitkan surat kabar Jerusalem Post, koresponden militer senior dan analis intelijen, Yonah Jeremy Bob, mengungkap detail yang belum pernah diungkapkan sebelumnya.

Detail tersebut tentang kegagalan kepemimpinan dan lembaga keamanan Israel yang menyertai serangan Gerakan Perlawanan Islam Hamas pada 7 Oktober 2023 (Operasi Badai Al-Aqsa).

Dilansir Aljazeera, Kamis (12/2/2026), dalam detail jam-jam pertama serangan itu, analis tersebut mengungkapkan bahwa para pejabat tinggi Israel terkejut ketika Hamas meluncurkan sekitar 3.700 roket.

Hamas juga mengirim pasukan yang terdiri dari sekitar 5.600 pejuang menembus perbatasan Israel melalui 119 titik berbeda, serta menguasai puluhan kota pada pukul 06.29 waktu setempat.

Beberapa bulan setelah perang pecah, terungkap bahwa intelijen militer Israel telah memberi tahu Kepala Staf Angkatan Darat, Letnan Jenderal Hertzi Halevi, bahwa mereka telah menggagalkan rencana Hamas untuk menyerang "Tembok Yerikho" lebih dari setahun yang lalu, tetapi para pejabat berpangkat menengah tidak percaya dan menganggapnya sebagai khayalan belaka.

Menurut surat kabar Israel tersebut, Kepala Staf hanya mengeluarkan perintah untuk mengerahkan lebih banyak pesawat pengintai udara, memperkuat pengumpulan informasi, dan bertukar informasi terbaru di dalam lembaga militer. Hal ini karena ancaman tersebut, secara strategis diklasifikasikan sebagai tingkat rendah.

Konsultasi tambahan antara militer dan Badan Keamanan Internal (Shabak) berlangsung selama berjam-jam, hingga lewat pukul 4 pagi, Ronin Bar akhirnya mengeluarkan instruksi kepada kantornya untuk memberi tahu Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada pukul 5:15 pagi.

Read Entire Article
Politics | | | |