Perjalanan Ruh Orang Beriman Versus Pendosa Sesaat Setelah Kematian

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID,Rasulullah SAW menggambarkan perjalanan ruh manusia sesaat setelah kematian, bahkan sebelum jenazah dimandikan dan dikafani. Dalam hadis yang diriwayatkan dari Bara bin Azib, Rasulullah menerangkan perbedaan nasib ruh orang beriman dan ruh orang kafir atau berdosa.

Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf-ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan, ketika mayat belum dimandikan dan dikafani, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita tentang kejadian yang terjadi pada saat-saat tersebut, dengan menjelaskan tentang keadaan orang beriman dan orang kafir (berdosa).

Dari Bara bin Azib, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, jika ia meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat, para malaikat turun kepadanya dari langit dengan wajah putih seolah-olah wajah mereka adalah matahari. Mereka membawa kain kafan dari surga dan kapur barus (balsam pengawet) dari surga hingga duduk di sampingnya sepanjang jarak pandangan."

"Kemudian, datang Malaikat Maut hingga duduk di samping kepalanya. Ia berkata, 'Wahai jiwa yang baik, keluarlah kamu menuju ampunan dan keridhaan Allah.' Jiwa itu pun keluar seperti tetes air yang mengalir dari lubang tempat air yaitu dengan mudah dan lembut. Malaikat Maut mencabut jiwa tersebut. Ketika mencabutnya, para malaikat (yang lain) mengambilnya dalam waktu sekejap dan meletakkannya di kain kafan dan kapur barus tersebut."

"Jiwa tersebut keluar darinya seperti parfum paling wangi yang ada di muka bumi. Mereka membawa jiwa tersebut. Tidak ada sekelompok malaikat yang mereka lewati kecuali kelompok tersebut bertanya, 'Apa ruh yang harum ini?' Malaikat pun menjawab, 'Fulan bin fulan,' dengan nama paling baik yang mereka sebut di dunia."

"Mereka pun sampai ke langit paling rendah dan meminta agar (pintu) dibukakan untuk ruh tersebut hingga ia dibukakan untuknya. Para malaikat penjaga setiap langit mengantarkannya sampai ke langit yang berikutnya hingga ia sampai ke langit ketujuh."

Read Entire Article
Politics | | | |