Menakar Peran Strategis Industri Sawit dalam Kemandirian Pangan dan Energi Nasional

9 hours ago 12

loading...

Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi tersebut dalam Forum Diskusi Terbatas di Bogor, Senin (31/8/2026). Foto/Dok. SindoNews

BOGOR - Industri kelapa sawit terus membuktikan perannya sebagai pilar utama perekonomian nasional sekaligus penggerak kemandirian energi dan pangan. Keberadaan sawit tidak hanya berdiri sendiri sebagai tanaman komoditas utama, tetapi juga berpotensi besar diselaraskan dengan tanaman pendukung seperti jagung dan singkong melalui pola tumpangsari maupun pemanfaatan lahan berkelanjutan.

Ketua Umum Rumah Sawit Indonesia (RSI) Kacuk Sumarto, menegaskan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi tersebut. Menurutnya, kemandirian pangan dan energi bukanlah opsi, melainkan kebutuhan mendesak bangsa ini. Baca juga: Sawit Diproyeksikan Penuhi 60% Kebutuhan Minyak Nabati Dunia pada 2050

”Industri sawit memiliki ekosistem yang siap untuk mendukung hal tersebut, namun kuncinya ada pada penguatan kemitraan yang solid dan saling menguntungkan antara perusahaan kelapa sawit dengan masyarakat lokal maupun petani rakyat," katanya dalam Forum Diskusi Terbatas yang diselenggarakan RSI di Bogor, Senin (31/8/2026).

Kacuk menuturkan, kedaulatan pangan dan energi sangat penting agar tidak bergantung pada impor pangan dan energi, sehingga jika terjadi krisis suatu negara tidak bisa diatur oleh negara lain. Krisis ini bisa bersifat global maupun regional, muncul sebagai akibat pertikaian politik yang kemudian menimbulkan perang. Konflik seperti perang dapat memutus rantai pasokan dunia dengan cepat. Begitu pula krisis perubahan iklim bisa mempengaruhi tingkat produksi pangan dan energi.

“Perkebunan kelapa sawit, mempunyai potensi sangat besar untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi tersebut. Dengan luasan yang diperkirakan mencapai 18 juta hektare, dan jika secara nasional konsisten dilakukan peremajaan kelapa sawit, akan tersedia setidaknya 1 juta sampai dengan 1,5 juta ha lahan yang dapat diolah untuk budi daya tanaman pangan dan energi, maupun juga untuk sektor peternakan dan hortikultura,” ujarnya.

Read Entire Article
Politics | | | |