REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemahaman tentang emisi karbon sangat penting untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Emisi ini dikategorikan ke dalam tiga cakupan atau scopeberdasarkan sumbernya, yaitu Scope 1, Scope 2, dan Scope 3.
Klasifikasi ini membantu perusahaan dan organisasi dalam mengukur serta mengelola jejak karbon mereka secara lebih efektif. Lantas, apa perbedaan antara ketiga lingkup emisi ini, dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan?
Seperti dikutip dari laman National Grid, salah satu metode utama untuk mengukur dan menilai emisi gas rumah kaca perusahaan adalah dengan mengelompokkannya ke dalam tiga kategori atau cakulan yang berbeda.
Untuk dapat mengurangi emisi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memahami serta mengukur sumber emisi tersebut sejak awal.
Ketiga lingkup atau cakupan ini berfungsi sebagai cara untuk mengelompokkan berbagai jenis emisi yang dihasilkan oleh perusahaan, baik dari operasional internal maupun dalam rantai nilai yang lebih luas, termasuk pemasok dan pelanggan.
Emisi cakupan 1 mencakup emisi dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan langsung oleh suatu organisasi, misalnya dari pembakaran bahan bakar di armada kendaraan.
Kemudian, emisi cakupan 2 adalah emisi yang disebabkan oleh perusahaan secara tidak langsung dan berasal dari tempat energi yang dibeli dan digunakan diproduksi. Misalnya, emisi yang disebabkan saat menghasilkan listrik yang kita gunakan di gedung-gedung termasuk dalam kategori ini.
Adapun emisi cakupan 3 mencakup emisi yang tidak dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri dan bukan merupakan hasil dari aktivitas dari aset yang dimiliki atau dikendalikan oleh mereka, tetapi oleh mereka yang secara tidak langsung menjadi tanggung jawabnya di sepanjang rantai nilai perusahaan. Contohnya adalah ketika kita membeli, menggunakan, dan membuang produk dari pemasok. Emisi Cakupan 3 mencakup semua sumber yang tidak berada dalam batasan cakupan 1 dan 2.
Emisi dalam lingkup 1 dan 2 umumnya lebih mudah diukur. Dalam hal penggunaan energi, misalnya, perusahaan dapat mengakses data yang diperlukan untuk mengonversi konsumsi langsung gas dan listrik menjadi angka emisi gas rumah kaca yang terkait.
Namun, bagi banyak organisasi, emisi lingkup 3 sering kali menjadi penyumbang terbesar dari total emisi mereka. Sayangnya, emisi ini juga merupakan yang paling sulit untuk dikurangi.
Salah satu cara yang dapat dilakukan perusahaan untuk menekan emisi lingkup 3 adalah dengan bekerja sama dengan pemasok dan pelanggan guna menemukan solusi yang lebih berkelanjutan.