Menhan Jepang Kontak Sjafrie Bahas Insiden Jet Tempur China J-15

4 weeks ago 31

Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Pangkalan Angkatan Laut Yokosuka, Prefektur Kanagawa.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Menteri Pertahanan (Menhan) Jepang Shinjiro Koizumi mengontak Menhan Sjafrie Sjamsoeddin pada Senin (22/12/2025). Perbincangan video tersebut dimulai pukul 14.20 JST atau pukul 12.20 WIB, selama kurang lebih 35 menit.

"Pada awalnya, Menteri Koizumi menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Indonesia akhir bulan lalu, dan menyampaikan doanya untuk kesembuhan yang cepat bagi para korban dan pemulihan dini daerah yang terkena bencana," begitu keterangan Kemenlu Jepang dikutip Republika, Rabu (24/12/2025).

Kemudian, Menhan Sjafrie menyampaikan apresiasinya atas sentimen yang diberikan tersebut. Kedua menhan juga bertukar pandangan tentang isu-isu keamanan regional.

Menhan Koizumi memberikan penjelasan tentang insiden penguncian radar pada 6 Desember 2025, di mana jet tempur China mengarahkan radar kendalinya kepada pesawat Pasukan Bela Diri Jepang dan penerbangan gabungan pembom China-Rusia dari Laut Cina Timur ke Pasifik yang terjadi pada 9 Desember. Menhan Koizumi kepada Sjafrie, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas insiden-insiden itu.

Menteri Sjafrie menyatakan pemahamannya bahwa posisi Jepang dalam menanggapi situasi tersebut didasarkan pada norma-norma internasional. Kedua menhan sepakat tentang pentingnya meningkatkan komunikasi dan bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.

Lebih lanjut, Menhan Koizumi menyatakan niatnya untuk lebih memperkuat kerja sama pertahanan bilateral di bawah hubungan kepercayaan yang dibangun dengan Sjafrie. Kedua menhan sepakat untuk mempercepat upaya meningkatkan kerja sama dan pertukaran pertahanan Jepang-Indonesia, termasuk komunikasi erat di bawah "Mekanisme Dialog Pertahanan Terpadu" yang disepakati selama Pertemuan Menteri Pertahanan Jepang-Indonesia bulan lalu.

Read Entire Article
Politics | | | |