Menko AHY Resmikan Huntara Aceh Tamiang, Tegaskan Komitmen Pemerintah Pulihkan Kehidupan Masyarakat

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, ACEH TAMIANG – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (22/1/2026).  Dalam peresmian itu, AHY menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat, terkoordinasi, dan berkelanjutan hingga masyarakat pulih.

Peresmian Huntara tersebut merupakan bagian dari pembangunan total 1.217 unit hunian sementara di wilayah terdampak bencana. Huntara disiapkan agar warga dapat menempati hunian yang aman dan layak sembari menata kembali kehidupan sosial dan ekonomi.

Dalam sambutannya, AHY menegaskan rumah merupakan kebutuhan paling mendasar bagi masyarakat, terutama setelah bencana merenggut rasa aman dan tempat tinggal.

“Rumah adalah segala-galanya bagi masyarakat. Ketika banjir besar dan longsor yang dahsyat menghantam saudara-saudara kita, banyak rumah yang rusak, hancur, bahkan hilang dan hanyut,” ujar AHY dalam siaran pers.

AHY mengatakan, penanganan pascabencana dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah memastikan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan hingga masyarakat kembali hidup secara layak.

“Oleh karena itu, atas direktif dan kepemimpinan bapak Presiden Prabowo Subianto, pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, berada di depan, di garis terdepan, dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” lanjutnya.

Pada tahap awal pemulihan, pemerintah meresmikan 84 unit Huntara yang dibangun di atas lahan seluas lebih dari 5.000 meter persegi. Huntara tersebut terdiri atas tujuh blok dengan kapasitas 12 keluarga di setiap blok.

“Di atas lahan kurang lebih lima ribu meter persegi ini dibangun tujuh blok. Setiap blok dapat dihuni oleh 12 keluarga, sehingga total ada 84 keluarga yang dapat menempati huntara ini,” kata AHY.

AHY menegaskan Huntara bukan tujuan akhir, melainkan tahap awal pemulihan menuju hunian tetap. Pembangunan dilakukan dengan prinsip build back better yang mengedepankan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan.

“Saya bersyukur karena Huntara ini bukan hanya menyediakan tempat tidur yang lebih layak, melainkan dilengkapi fasilitas pendukung utama, seperti kamar mandi atau toilet, dapur bersama, serta ruang terbuka atau common area untuk warga,” tambahnya.

Selain di Aceh Tamiang, pemerintah juga mengoordinasikan pembangunan 163 unit hunian modular di Lubuk Sidup. Pemerintah memastikan standar kualitas hunian setara di seluruh lokasi terdampak bencana.

Pembangunan hunian dilakukan paralel dengan penyediaan sarana pendukung seperti air bersih, sanitasi, drainase, listrik, jalan lingkungan, serta akses layanan dasar agar masyarakat kembali produktif.

Menutup sambutannya, Menko AHY menegaskan huntara merupakan simbol kehadiran negara dan harapan baru bagi warga terdampak bencana.

“Yang terpenting, kita ingin masyarakat bangkit kembali, tidak hanya secara fisik tetapi juga secara mental dan moral. Ini adalah pesan bahwa negara hadir setiap saat untuk rakyatnya,” ujar AHY.

Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam penanganan bencana di daerahnya.

“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Aceh Tamiang, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada bapak Presiden Prabowo Subianto, bapak Menko AHY, bapak Menteri Pekerjaan Umum, beserta seluruh jajaran yang telah banyak membantu kami,” ujar Armia Pahmi.

Bupati Armia melaporkan huntara tersebut akan dihuni 84 kepala keluarga dari Kecamatan Karang Baru dan Kota Kuala Simpang dengan total sekitar 305 jiwa. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan rumah rusak sebagai dasar pembangunan hunian tetap.

Read Entire Article
Politics | | | |