Menkop Ingin Koperasi Pesantren Jadi Kakak Asuh Koperasi Desa Merah Putih

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menegaskan peran strategis koperasi pesantren dalam memperkuat ekonomi syariah Indonesia. Menurut dia, koperasi pesantren dapat memainkan peran penting dengan menjadi “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih, yang menjadi program strategis nasional dalam upaya pemerataan ekonomi di desa.

Menkop menjelaskan bahwa koperasi pesantren yang kini telah berkembang pesat di berbagai provinsi memiliki potensi besar untuk mendampingi dan membimbing koperasi desa dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Hal itu disampaikan Menkop saat memberikan sambutan pada acara SymposiumHalal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership” di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (21/1/2026).

“Kami ingin koperasi pesantren seperti Koperasi Pondok Pesantren Sunan Gresik, Sidogiri, dan Nurul Jadid yang telah sukses mengelola bisnis besar seperti pabrik dan ritel, menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi pesantren bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk memperkuat ekosistem koperasi di desa,” ujar Ferry.

Menurut Ferry, Koperasi Desa Merah Putih yang kini menjadi salah satu prioritas pengembangan ekonomi rakyat berfokus pada berbagai sektor, seperti distribusi barang kebutuhan pokok, penyediaan apotek dan klinik desa, serta pengelolaan lembaga keuangan mikro. Dengan dukungan koperasi pesantren, ia berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat berkembang lebih pesat dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Selain dukungan berupa bimbingan dan pengalaman dari koperasi pesantren, pembangunan fisik Koperasi Desa Merah Putih juga telah memasuki tahap signifikan. Ia menambahkan, program tersebut mencakup pembangunan gudang modern untuk penyimpanan barang kebutuhan pokok dan produk lokal desa, serta pembangunan fasilitas apotek dan klinik desa guna mempermudah akses layanan kesehatan masyarakat.

“Pembangunan fasilitas fisik seperti gudang, apotek, dan klinik desa ini sangat penting dalam menciptakan ketahanan ekonomi dan sosial di desa,” ujar Ferry.

Ia mengatakan koperasi desa juga akan dilengkapi lembaga keuangan mikro yang memberikan akses pembiayaan lebih mudah bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil. Selain itu, Koperasi Desa Merah Putih akan memiliki fasilitas kendaraan logistik untuk memperlancar transportasi barang dari dan ke desa, sekaligus memutus mata rantai distribusi yang panjang dan mahal.

“Kami ingin koperasi desa ini menjadi instrumen paling bawah dalam distribusi barang dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” ucap dia.

Ferry mengingatkan bahwa di era globalisasi, ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi juga harus menjangkau sektor riil guna menciptakan ekonomi yang berkelanjutan dan adil. Dia mendorong koperasi syariah untuk memperkuat sektor riil dan bergerak lebih aktif dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

“Ekonomi syariah harus dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” lanjut Ferry.

Ferry yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) menyampaikan optimisme terhadap masa depan ekonomi syariah Indonesia. Ia menyebut Indonesia saat ini berada di peringkat ketiga dalam Global Islamic Economy Indicator. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia, kata Ferry, memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin industri halal global.

“Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), kita bisa membawa ekonomi syariah ke tingkat yang lebih tinggi serta menciptakan ekosistem ekonomi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Ferry.

Read Entire Article
Politics | | | |