Paviliun Indonesia resmi dibuka di ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 pada Rabu (21/1/2026) pukul 12.30 waktu Kairo, Mesir.
REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Paviliun Indonesia resmi dibuka di ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 pada Rabu (21/1/2026) pukul 12.30 waktu Kairo, Mesir. Pembukaan paviliun dipimpin Kuasa Usaha ad interim KBRI Kairo M. Zaim A. Nasution.
Acara juga dihadiri jajaran pejabat KBRI Kairo, perwakilan Kementerian Agama Republik Indonesia, mahasiswa Indonesia di Mesir, serta pengunjung internasional yang memadati area pameran di Egypt International Exhibition Center, Kairo.
Perwakilan Kementerian Agama yang juga Pentashih Mushaf Alquran pada Unit Percetakan Alquran (UPQ) Asep Rifqi Abdul Aziz, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam CIBF merupakan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi Indonesia dalam percaturan intelektual Islam global.
“Partisipasi Indonesia dalam CIBF ini merupakan bagian dari upaya pemerintah, terutama Kementerian Agama, untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam diskursus intelektual Islam dunia,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Republika, Sabtu (24/1/2026).
Asep Rifqi menjelaskan Pemerintah Indonesia tidak hanya menampilkan karya ilmiah berupa buku dan produk keilmuan, tetapi juga produk amaliah sebagai praktik nilai keagamaan yang membumi. “Yang kami hadirkan bukan hanya produk pemikiran, tetapi juga praktik nilai keagamaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat,” katanya.
Ia menambahkan partisipasi Indonesia di CIBF juga menjadi bagian dari penguatan ekoteologi di tingkat internasional sebagai implementasi Asta Protas Kementerian Agama. “Ekoteologi menempatkan harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sebagai fondasi pembangunan dunia yang berkelanjutan,” jelasnya.
Menurut Asep Rifqi, keikutsertaan Indonesia didukung berbagai lembaga strategis, yakni KBRI Kairo, Ditjen Bimas Islam, Ditjen Pendidikan Islam, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), BAZNAS, Badan Wakaf Indonesia (BWI), LPMQ, Unit Percetakan Alquran (UPQ), Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), serta LEMKA.

2 hours ago
3















































