Moody's Turunkan Outlook Peringkat Utang Indonesia Jadi Negatif, Ini Respons Airlangga

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai outlook negatif peringkat kredit Indonesia dari Moody’s Ratings memerlukan penjelasan menyeluruh dari pemerintah, termasuk terkait peran lembaga baru Danantara dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi. Airlangga mengatakan Moody’s tetap mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level investment grade Baa2 dan hanya mengubah outlook menjadi negatif. Menurutnya, perubahan tersebut perlu dijelaskan secara komprehensif agar tidak menimbulkan salah persepsi di pasar keuangan global.

“Moody’s investment grade Baa2 cuma dia kasih outlook negatif, itu membutuhkan penjelasan dari tentunya pemerintah dan juga lembaga baru Danantara,” ujar Airlangga di Menara Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam.

Ia menjelaskan struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini memang berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah lebih banyak mengalokasikan anggaran untuk program unggulan Presiden guna menjaga daya beli masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik.

“Memang APBN kita tahun ini agak berbeda, kita banyak menggelontorkan program unggulan Bapak Presiden, yaitu MBG, Kopdes Merah Putih, pelayanan masyarakat itu dari APBN,” kata Airlangga.

Di sisi lain, pemerintah memisahkan peran anggaran negara dengan penggerak investasi. Investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, lanjut Airlangga, kini difokuskan melalui Danantara, bukan lagi sepenuhnya bergantung pada belanja APBN.

“Untuk menggerakkan pertumbuhan dari investasi kita punya Danantara, itu yang membedakan. Sebelumnya investasi melalui anggaran, ini melalui APBN,” ujarnya.

Menurut Airlangga, sejumlah lembaga pemeringkat di pasar keuangan global belum sepenuhnya memahami perubahan skema tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu memberikan penjelasan bahwa Danantara dirancang agar aset negara dapat dikelola lebih fleksibel dan profesional, menyerupai mekanisme sektor swasta.

“Banyak rating agency di pasar keuangan global belum paham ini, harus kita beri penjelasan. Dengan Danantara kita sebelumnya unlock dan reform untuk bisa dipisahkan, mereka bisa bergerak seperti private sector investasi,” jelasnya.

Airlangga kembali menegaskan kehadiran Danantara justru dimaksudkan untuk memperkuat kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tanpa membebani APBN secara langsung.

Read Entire Article
Politics | | | |