REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31 di Semarang, Jawa Tengah, akan diramaikan dengan seminar internasional yang membahas keilmuan Alquran di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Seminar ini menjadi salah satu side event MTQ Nasional yang berlangsung pada 11-20 September 2026.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi mengatakan, seminar internasional tersebut akan digelar pada 13 September 2026 di Universitas Negeri Semarang.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjadikan MTQ tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga ruang pengembangan keilmuan Al-Qur’an.
“Ada juga seminar internasional soal Alquran dan terkait dengan kecerdasan buatan lah, AI,” ujar Muchlis saat dihubungi Republika.co.id, Jumat (4/9/2026).
Seminar tersebut mengusung tema “Menebar Cahaya Alquran di Era Kecerdasan Buatan: Transformasi Dakwah Digital dari Jawa Tengah untuk Indonesia Emas 2045.” Muchlis mengatakan, tema itu menjadi bagian dari upaya mempertemukan keilmuan Al-Qur’an dengan perkembangan teknologi.
“Menebar Cahaya Alquran dipilih karena sejalan dengan tema MTQ Nasional. Tema itu kemudian dikaitkan dengan era kecerdasan buatan,” ucapnya.
Menurut dia, seminar nantinya akan membahas bagaimana perkembangan teknologi, khususnya AI, dapat dikaitkan dengan dakwah dan nilai-nilai Alquran.
Seminar internasional tersebut akan menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri. Di antaranya pembicara dari Universitas Al-Azhar, Mesir, akademisi dari S. Rajaratnam School of International Studies (RSIS), Nanyang Technological University, Singapura, serta pembicara nasional dan akademisi dari Jawa Tengah.
Kegiatan ini direncanakan dibuka Menteri Agama Nasaruddin Umar. “Itu nanti ada pembicara dari Universitas Al-Azhar. Lalu nanti ada dari Nanyang Technological University, Singapura,” kata Muchlis.
Muchlis menegaskan, seminar tersebut merupakan bagian dari upaya membangun MTQ sebagai ekosistem keilmuan Alquran. Ia mengatakan MTQ selama ini tidak hanya mencakup seni membaca Alquran, tetapi juga pemahaman, penyampaian pesan, karya tulis ilmiah, dan seni kaligrafi.
“MTQ ini bukan sekadar ajang lomba ya. Tapi kita memang betul-betul serius menjadikan MTQ ini sebagai sebuah ekosistem ya, ekosistem pembinaan, pengembangan talenta Alquran,” jelasnya.
Karena itu, seminar tentang Alqur’an dan AI diharapkan menjadi ruang untuk memperluas wawasan sekaligus memastikan tradisi keilmuan Alquran mampu merespons perkembangan zaman.

4 hours ago
17

















































