Plt Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta lembaga jasa keuangan (LJK) mengantisipasi dampak perang Iran dan Israel-AS terhadap kondisi debitur dan pasar keuangan domestik. Ketegangan geopolitik dinilai berpotensi meningkatkan volatilitas global.
Penjabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Frederica Widyasari Dewi mengatakan, industri keuangan perlu mencermati eskalasi konflik yang terjadi. “Sehubungan dengan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang kita cermati bersama lembaga jasa keuangan kami minta untuk terus mencermati situasi yang terjadi serta melakukan antisipasi dampaknya terhadap kondisi debitur dan pasar keuangan itu sendiri,” katanya dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner OJK di Kompleks BI, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dalam Rapat Dewan Komisioner pada 25 Februari 2026, OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan nasional masih terjaga. Namun risiko eksternal disebut meningkat seiring tensi geopolitik dan fragmentasi geoekonomi pada awal 2026.
“Namun peningkatan tensi geopolitik maupun fragmentasi geoekonomi pada awal 2026 termasuk di Timur Tengah, serta dinamika kebijakan perdagangan di AS menjadi downside risk yang berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar keuangan secara global,” ungkapnya.
Dari sisi global, ekonomi Amerika Serikat pada kuartal IV 2025 tumbuh 1,4 persen, di bawah ekspektasi pasar. Inflasi kembali meningkat dan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada pertengahan tahun menurun, dengan kecenderungan suku bunga bertahan lebih tinggi lebih lama.
Sementara itu, ekonomi China masih menghadapi tekanan permintaan domestik di tengah krisis sektor properti, meskipun surplus eksternal tetap tercatat.
Di dalam negeri, ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan, sehingga sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen. Inflasi meningkat akibat efek basis rendah tahun sebelumnya, sementara Indeks Keyakinan Konsumen masih berada di zona optimistis meski mulai moderat dan aktivitas manufaktur tetap ekspansif.

8 hours ago
6















































