Operasi SAR Kecelakaan Pesawat ATR Resmi Ditutup, Ini Alasannya

2 hours ago 1

Tim SAR gabungan menggotong kantong berisi jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 menuju mobil ambulans usai dilakukan pelabelan di Posko AJU Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Kamis (22/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah korban ketiga kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke Posko AJU Tompo Bulu dan langsung dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR— Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyatakan Operasi SAR pencarian 10 orang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, pada hari ketujuh akhirnya resmi ditutup.

"Malam hari ini. Saya selaku Kepala Badan SAR Nasional, selaku SAR Coordinator, mendeclaire bahwa operasi pencarian dan evakuasi terhadap kecelakaan pesawat ATR, saya nyatakan selesai" ucapnya saat konferensi pers di Kantor Basarnas Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/1/2026) malam.

Alasan operasi tersebut ditutup, setelah ditemukannya korban dengan jumlah tujuh body pack (kantong), enam diyakini berisi jenazah utuh dan satu body part (potongan tubuh) pada hari ketujuh Operasi SAR dan telah diserahkan ke DVI.

Sebelumnya, empat kantong telah diserahkan ke Posko DVI Biddokes Polda Sulsel di Makassar untuk diidentifikasi.

Tiga korban dinyatakan teridentifikasi telah diambil keluarganya, dan satu kantong masih diidentifikasi.

"Kita sama-sama menyaksikan cuaca hari ini cukup baik. Hari pertama kondisi cuaca sangat sulit. Hari kedua kita menemukan korban pertama, hari ketiga korban kedua. Dan hari ini, ketujuh operasi secara optimal mengevakuasi seluruh korban yang ditemukan," paparnya.

Meski operasi SAR telah ditutup, kata dia, namun berdasarkan hasil koordinasi melibatkan seluruh sektor terkait termasuk DVI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), maka bisa dilanjutkan dengan operasi evakuasi.

Read Entire Article
Politics | | | |