Pemprov Papua Tengah jadikan program bayi tabung solusi jaga populasi.
REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE, – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menginisiasi program bayi tabung sebagai solusi untuk menjaga pertumbuhan populasi Orang Asli Papua (OAP) yang menurun akibat masalah kesehatan reproduksi. Program ini disediakan secara gratis berdasarkan kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah.
Kepala Dinas Kesehatan Papua Tengah, Agus, menyatakan bahwa masyarakat Papua kini dapat mengakses layanan bayi tabung di Papua Tengah tanpa harus pergi ke luar daerah. "Program bayi tabung jalan, sehingga masyarakat Papua tidak perlu lagi berobat ke luar daerah. Cukup ke Papua Tengah dan itu gratis," ujarnya di Nabire, Jumat.
Berdasarkan data kesehatan, penurunan angka kelahiran di Papua Tengah dipengaruhi oleh infeksi saluran reproduksi pada laki-laki dan perempuan akibat pola perilaku kesehatan yang kurang baik. Program bayi tabung diharapkan dapat membantu pasangan yang mengalami gangguan kesuburan dan menjaga keberlangsungan populasi OAP.
Integrasi Program KoHarus Sehat
Selain program bayi tabung, Pemprov Papua Tengah juga mengusung Program KoHarus Sehat (Kartu Otsus Harapan Baru Sehat Papua Tengah) yang memiliki tiga pendekatan utama: preventif-promotif melalui skrining kesehatan dan imunisasi, jaminan pembiayaan kesehatan, serta sinergi lintas pemerintah.
Papua Tengah memiliki 150 puskesmas, namun baru 127 yang teregistrasi dan sekitar 60 yang terakreditasi, sehingga penguatan layanan kesehatan dasar masih menjadi prioritas. Pendekatan pembiayaan kesehatan dilakukan dengan memudahkan masyarakat memperoleh layanan berobat cukup menggunakan Kartu Keluarga (KK). Jika tidak tercakup Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) dari pusat, pembiayaan akan ditanggung melalui jaminan kesehatan daerah kabupaten.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menekankan pentingnya pendekatan pembangunan kesehatan yang spesifik sesuai kondisi geografis dan karakter masyarakat di provinsi baru ini. "Ini provinsi baru dengan karakter masyarakat berbeda-beda sehingga kami sedang mencari formula yang tepat untuk penanganan yang lebih khusus dan spesifik," ujarnya. Fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan seluruh masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan secara gratis melalui penguatan kerja sama dengan berbagai rumah sakit.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
5















































