REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah daerah di berbagai wilayah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat selama bulan Ramadhan melalui program pasar murah serta pemantauan harga secara intensif.
Di Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa penyelenggaraan pasar murah secara masif menjadi instrumen penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Pada Selasa (tanggal kegiatan di Kabupaten Malang), Khofifah hadir di Taman Pelangi, Desa Dengkol, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Lokasi ini menjadi titik ke-23 dari total 110 titik pasar murah yang diselenggarakan di berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur.
"Kami berharap semua pasar murah ini bisa membantu kebutuhan logistik masyarakat," ujar Khofifah.
Di pasar murah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan pasar tradisional, antara lain:
Beras premium: Rp14.000 per kg
Beras medium: Rp11.000 per kg
MinyaKita: Rp13.000 per liter
Telur ayam: Rp22.000 per pak
Tepung terigu: Rp10.000 per kg
Gula pasir: Rp14.000 per kg
Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram
Bawang merah: Rp7.000 per 250 gram
Cabai rawit merah: Rp4.000 per 100 gram
Cabai merah besar: Rp2.000 per 100 gram
Daging ayam: Rp30.000 per kemasan
Khofifah menjelaskan selisih harga cukup signifikan. Contohnya, gula pasir di pasar tradisional mencapai Rp17.000 per kg, sedangkan di pasar murah hanya Rp14.000 per kg. Untuk daging ayam, harga di pasar tradisional Rp41.000–Rp42.000 per kg, sementara di pasar murah hanya Rp30.000 per kg (atau setara Rp30.000 per kemasan).
Salah seorang warga, Nanik, mengaku sangat terbantu. "Beras di sini Rp55.000 per kemasan 5 kg, sedangkan di pasar Rp60.000. Telur di pasar Rp30.000, di sini Rp22.000. Ini sangat menghemat pengeluaran," katanya.
Sementara itu, di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Memet Hikmat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Pasar Terminal Subang. Hasil pemantauan menunjukkan harga kebutuhan pokok secara umum masih terkendali, meskipun ada kenaikan pada beberapa komoditas.
Komoditas yang dipantau meliputi minyak goreng, tepung terigu, gula pasir, telur, ayam potong, daging sapi, beras, serta sayuran. Beberapa temuan:
Minyak goreng curah naik dari Rp22.000 menjadi Rp27.000 per kg
MinyaKita naik dari Rp15.700 menjadi Rp17.500 per liter (meski di beberapa titik masih sesuai acuan Rp15.700 per liter)
Cabai rawit merah naik signifikan dari Rp60.000 menjadi Rp85.000 per kg
Wortel naik menjadi Rp40.000 per kg
Daging sapi: Rp130.000–Rp140.000 per kg
Ayam broiler: Rp42.000 per kg
Telur ayam relatif stabil
Memet menyatakan kondisi harga masih dalam batas terkendali. Pemerintah daerah akan terus memantau secara berkala, melakukan intervensi melalui operasi pasar jika terjadi lonjakan (khususnya pada cabai dan minyak goreng), serta menggelar bazar, gerakan pasar murah, dan operasi pasar murah. Koordinasi lintas sektor juga diperkuat untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok hingga Lebaran.
sumber : Antara

3 hours ago
7












































