Pembiayaan UMKM BSI Tembus Rp25,69 Triliun, Tumbuh 14 Persen

7 hours ago 12

Karyawan mengakses aplikasi BYOND BSI saat paparan laporan kinerja PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pembiayaan segmen usaha kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp25,69 triliun hingga April 2026. Nilai tersebut tumbuh 13,67 persen secara tahunan (year on year/yoy) di tengah kondisi ekonomi yang masih dinamis.

Pertumbuhan pembiayaan ditopang sejumlah sektor yang berkaitan langsung dengan aktivitas masyarakat, seperti pertanian dan perkebunan, perdagangan besar dan eceran, serta jasa pendidikan.

Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengatakan, segmen usaha kecil dan menengah menjadi salah satu fokus perseroan karena memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian nasional dan menciptakan lapangan kerja.

“Kami siap mendorong segmen kecil dan menengah sejalan dengan komitmen Bank Syariah Indonesia berkontribusi terhadap perekonomian nasional, terutama sektor-sektor prokerakyatan yang memperluas lapangan kerja,” ujar Erwan dalam keterangannya, Kamis (18/6/2026).

Menurut dia, UMKM memiliki potensi besar untuk berkembang apabila memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan yang tepat. Karena itu, BSI terus memperluas penyaluran pembiayaan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Hal tersebut tercermin dari kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. Hingga April 2026, rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) segmen UMKM tercatat 1,80 persen, membaik dibandingkan periode sebelumnya sebesar 1,88 persen.

Selain memperluas pembiayaan, BSI juga memperkuat transformasi digital bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Salah satunya melalui layanan cash management system terintegrasi BEWIZE by BSI yang ditujukan untuk membantu pengelolaan usaha dan pencatatan keuangan.

BSI juga menjalankan berbagai program pendampingan bagi UMKM, mulai dari pelatihan usaha, business matching, layanan BSI UMKM Center, hingga fasilitasi sertifikasi halal. Perseroan berharap langkah tersebut dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun global.

Read Entire Article
Politics | | | |