Pemerintah Pastikan tak Impor Beras dan Gula Konsumsi Tahun Ini

3 weeks ago 23

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah memastikan tidak akan melakukan impor beras dan gula konsumsi pada tahun ini. Kebijakan ini diambil seiring penguatan produksi dalam negeri, stok yang dinilai aman, serta komitmen menuju swasembada pangan.

Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan Tatang Yuliono menegaskan beras dan gula konsumsi tidak masuk dalam skema impor 2026.

“(Gula) konsumsi kita tidak ada impor. Jadi untuk (gula) konsumsi, kita tidak ada impor. Impor beras konsumsi (juga) tidak ada. Beras industri tidak jadi. Kalau konsumsi, kita hampir semuanya sudah swasembada,” kata Tatang, Kamis (1/1/2026).

Pemerintah menyatakan kebutuhan komoditas pangan strategis seperti beras, gula, dan jagung pakan dapat dipenuhi dari produksi petani dalam negeri. Keputusan tersebut disepakati dalam pembahasan Neraca Komoditas (NK) Tahun 2026 yang dipimpin Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

“Semua yang kita putuskan itu adalah usulan dari pelaku usaha. Kemudian diverifikasi oleh teman-teman kementerian lembaga teknis terkait. Semoga putusan ini bisa memenuhi daripada seluruh harapan,” ujar Tatang.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kebijakan pangan 2026 diarahkan untuk melindungi petani dan peternak.

“Untuk tahun 2026, pemerintah dalam komando Bapak Presiden Prabowo Subianto, terus berkomitmen menjaga petani dan peternak pangan Indonesia. Petani dan peternak kita tidak boleh rugi. Mereka harus sejahtera. Hasil kerja keras mereka harus dapat disalurkan ke masyarakat Indonesia,” tegas Amran.

Dalam NK 2026, pemerintah juga memastikan tidak ada kuota impor beras umum. Indonesia tidak lagi melakukan impor beras konsumsi yang sebelumnya ditugaskan kepada Perum Bulog untuk penambahan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Impor beras bahan baku industri juga dipastikan tidak dilakukan pada 2026. Pada 2025, impor tersebut masih diberikan kepada 13 pelaku usaha untuk kebutuhan tepung beras dan bihun. Dengan kebijakan baru ini, pemerintah mendorong pelaku usaha mengoptimalkan bahan baku lokal.

“Harapannya bahan baku lokal mampu memenuhi spesifikasi kadar amilosa, kebersihan, dan viskositas serta hardness atau tingkat kekerasan,” ucap Amran.

Selain beras, gula konsumsi juga dipastikan tidak diimpor pada 2026. Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional per 28 Desember 2025, carry over stock gula konsumsi dari 2025 ke 2026 diperkirakan mencapai 1,437 juta ton, dengan kebutuhan tahunan 2,836 juta ton. Produksi gula konsumsi diproyeksikan berada di kisaran 2,7 juta hingga 3 juta ton.

Pemerintah juga memastikan tidak ada impor jagung pakan, benih, maupun jagung rumah tangga pada 2026. Carry over stock jagung dari 2025 ke 2026 tercatat sebesar 4,521 juta ton, meski terdapat estimasi susut sekitar 831,6 ribu ton.

Produksi jagung nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 18 juta ton, sementara kebutuhan tahunan sekitar 17,055 juta ton. Dengan demikian, pemerintah menilai ketersediaan jagung nasional tetap mencukupi tanpa impor.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |