Pemkot Bandung Lakukan Mitigasi Bencana Imbas Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

3 hours ago 12

Gunung Anak Krakatau menyemburkan material vulkanik ke udara setelah erupsi di Selat Sunda, Sabtu (5/9/2026). Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada tingkat siaga tertinggi kedua.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemkot Bandung bakal melakukan mitigasi bencana imbas abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar ke wilayah Jawa Barat khususnya Bandung Raya. Mereka pun memikirkan langkah untuk siswa belajar dengan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Kalau itu nanti kami sedang menyusun sebuah mitigasi apabila memang abu vulkaniknya sampai ke Bandung," ucap dia akhir pekan kemarin.

Ia menyebut, langkah pertama yang dilakukan berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, AirNav, dan KCIC. Koordinasi tersebut dilakukan agar upaya mitigasi dilakukan secara tepat.

"Hari ini akan diputuskan apa mitigasi-mitigasi yang akan kami lakukan," kata dia.

Farhan juga mengatakan mitigasi yang dilakukan menyangkut kondisi anak-anak khususnya yang bersekolah dan juga yang memakai kendaraan bermotor. "[Imbauan] belum, saya lagi nunggu dulu, nunggu dulu masukan dari semua orang baru nanti kita akan kami sampaikan umumnya pada hari ini," kata dia.

Sebelumnya, Badan Geologi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau yang terus menerus terjadi sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026). Status level Gunung Anak Krakatau saat ini level III atau siaga.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi disertai suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran, Banten. Dari hasil pengamatan visual, ia mengatakan terlihat semburan berwarna merah menyala yang berlangsung terus-menerus.

"Meski tinggi kolom erupsi belum dapat dipastikan, karakter semburan tersebut menyerupai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang dapat menghasilkan aliran lava," kata dia, Sabtu (5/9/2026).

Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi aktivitas Gunung Anak Krakatau. Termasuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai potensi tsunami.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |