Pemkot Bukittinggi sampaikan kesiapan penyangga bencana ke Menteri PMK.
REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI, – Pemerintah Kota Bukittinggi menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai daerah penyangga bencana di Sumatera Barat, khususnya untuk mendukung Kabupaten Agam. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam pertemuannya dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, di Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sabtu.
"Kami mengusulkan pembangunan kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang lengkap dan permanen di Talao. Rencana ini sudah ada sejak 2016 agar penanganan bencana lebih cepat dan terorganisir," kata Ramlan.
Kota Bukittinggi, yang terletak di tengah Kabupaten Agam dan menjadi pusat perlintasan ke berbagai kabupaten dan kota lain di Sumatera Barat, dinilai strategis untuk peran ini. Kesiapan sebagai penyangga bencana dianggap sangat penting karena meskipun tidak terkena bencana langsung, dampak ekonomi terhadap kota wisata ini bisa signifikan.
"Terkait dana bantuan dari kepresidenan, Pemkot Bukittinggi sedang berkoordinasi dengan Kemendagri agar dana tersebut dapat digunakan untuk membeli alat-alat berat guna kesiapsiagaan bencana," tambahnya.
Untuk mendukung pariwisata dan infrastruktur menjelang bulan puasa dan Lebaran, Pemkot Bukittinggi telah meminta pihak Polda agar jalur Lembah Anai dapat dibuka dua jalur demi kelancaran akses ke Bukittinggi.
Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana
Pemkot Bukittinggi juga memberikan bantuan kepada warga Agam yang terdampak bencana alam. Bantuan tersebut diserahkan di Pendopo Bupati Agam berupa 200 kasur, selimut, dan sekitar 200 rice cooker. Bantuan ini merupakan hasil koordinasi dengan Bupati Agam terkait kebutuhan mendesak warga terdampak bencana.
"Dana bantuan untuk membeli rice cooker berasal dari hasil kegiatan Pacu Kuda sekitar Rp 43 juta dan tambahan dari Baznas Rp24 juta," jelas Ramlan.
Selain itu, Pemkot Bukittinggi juga menyalurkan bantuan dari lembaga lain berupa 1.500 porsi makanan siap saji, 375 unit kasur, 600 paket susu, 500 selimut, serta 500 lembar pakaian relawan. Penyaluran bantuan kebencanaan ini menjadi yang kedelapan kalinya dilakukan sejak awal bencana hidrometeorologi Sumbar di akhir November 2025.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
1















































