Pemprov Jabar Tutup Galian C karena Ilegal, Bupati Kuningan Telepon KDM Carikan Solusi

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menutup aktivitas galian C di wilayah Desa Cileuleuy, Kabupaten Kuningan. Penutupan itu dilakukan karena galian tersebut dinilai tidak berizin (ilegal).

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, turun langsung ke lokasi untuk bertemu warga dan pekerja yang terdampak, Rabu (4/2/2026). Ia juga memastikan adanya langkah solusi dari pemerintah.

Dalam dialog bersama masyarakat, Dian menyampaikan, penyegelan itu membuat untuk sementara tidak diperbolehkan ada aktivitas penambangan. “Karena ini sudah disegel oleh provinsi, berarti tidak boleh ada aktivitas. Saya datang untuk menyampaikan informasi yang jelas dan sekaligus mendengarkan aspirasi warga,” ujar Dian.

Dian menegaskan, ia telah berkoordinasi langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM),  saat menerima kabar terkait penutupan tersebut. Menurutnya, gubernur menginstruksikan agar dilakukan pendataan menyeluruh terhadap warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas galian.

“Begitu tahu ada penutupan, saya langsung telepon Pak Gubernur. Karena masyarakat kita sudah puluhan tahun bekerja di sini. Pak Gubernur menyampaikan agar didata, luas lahannya dan siapa saja pekerjanya,” jelasnya.

Dian menuturkan, Pemprov Jabar juga membuka opsi untuk alih profesi bagi para pekerja terdampak. Selama masa transisi, Pemprov Jabar berencana memberikan upah pengganti selama satu sampai dua tahun.

“Solusi dari Pak Gubernur, masyarakat yang terdampak akan diarahkan alih profesi. Sementara, akan ada upah pengganti satu sampai dua tahun ke depan, dengan tugas memelihara lahan dan penghijauan,” ungkap Dian.

Ia mengungkapkan, mengikuti  kebijakan pemprov tersebut terkait lingkungan. Namun, ia juga memikirkan nasib masyarakat.

“Insya Allah Pemkab akan bergerak, hasil pertemuan ini akan  disampaikan ke provinsi agar ada kepastian,” tegasnya. 

Dian pun meminta masyarakat untuk bersabar dan tidak melakukan aktivitas di lokasi selama proses koordinasi berlangsung. Pasalnya, lokasi tersebut telah ditutup Pemprov Jabar.

Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan warga menyampaikan keberatan dan kekhawatiran atas dampak penutupan galian. Mereka mengaku telah bekerja puluhan tahun dan tidak memiliki sumber pekerjaan lain. Warga berharap pemerintah memberikan kepastian dan solusi konkret agar tidak terjadi peningkatan pengangguran di Desa Cileuleuy.

Camat Cigugur, Yono Rahmansyah, melaporkan pendataan awal telah dilakukan. Tercatat ada sekitar 150 orang warga yang bekerja sebagai penambang, sopir truk pengangkut material, serta ibu-ibu pemecah batu (méprek). Pendataan lanjutan akan terus dilakukan agar data menjadi lengkap sebagai bahan pengajuan dan koordinasi program dengan Pemprov Jawa Barat. n lilis sri handayani

Read Entire Article
Politics | | | |