Tim SAR Gabungan memulai pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat di akhir masa tanggap darurat bencana, Jumat (6/2/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, pencarian bakal terus dilakukan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat meskipun status tanggap darurat resmi dicabut pada Jumat (6/2/2026). Keputusan itu berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan bersama Pemkab Bandung Barat dan unsur terkait lainnya.
Pola Operasi SAR tetap dilaksanakan secara adaptif, dengan menyesuaikan jumlah personel, metode pencarian, serta area kerja, selama masih terdapat korban yang belum ditemukan berdasarkan daftar nama dalam pencarian (DP). "Memasuki masa pascarehabilitasi dan rekonstruksi, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses yang berjalan. Apabila terdapat informasi atau indikasi baru (penemuan korban) yang disampaikan di lokasi, Basarnas akan terus menindaklanjuti terkait penemuan atau dugaan adanya korban," kata Ade Dian, Jumat.
Selama 14 hari dilakukan pencarian, Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 94 bodypack korban longsor di Desa Pasirlangu. Jumlah temuan itu sudah melebihi daftar pencarian (DP) yang dilaporkan dari Posko Desa Pasirlangu yakni 80 jiwa warga setemapt yang dilaporkan hilang sejak longsor menerjang pada Sabtu (24/1/2026).
Dari total 94 bodypack yang berhasil dievakuasi, sebanyak 74 korban sudah teridentifikasi. Namun dari 74 jiwa itu, hanya 56 jiwa yang diketahui merupakan warga setempat yang masuk DP. Sedangkan sisanya merupakan tamu dan identitas yang belum diketahui.
Artinya masih ada 24 warga yang jadi korban namun statusnya belum jelas. Ade Dian menyebutkan berdasarkan daftar pencarian 80 orang, diduga memang masih terdapat sejumlah korban yang hingga saat ini masih dalam proses pencarian atau belum ditemukan.
"Saya kira demikian (masih ada warga yang belum ditemukan). Karena berdasarkan laporan awal yang disampaikan oleh kepala desa atau pemerintah daerah, bahwa dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI baru 56 korban yang telah teridentifikasi," kata Ade Dian.

2 hours ago
7















































