Petugas mengamati proses pengemasan beras SPHP saat sidak di Gudang Bulog Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (9/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perum Bulog menargetkan realisasi penyaluran beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mencapai sekitar 60 persen hingga akhir 2025. Target tersebut dipatok seiring percepatan distribusi SPHP pada sisa waktu tahun berjalan untuk menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan, hingga Selasa (23/12/2025), realisasi penyaluran SPHP telah menembus lebih dari setengah total penugasan tahun ini.
“Realisasi SPHP sampai hari ini sudah 784 ribu ton atau 52,8 persen. Dengan sisa waktu yang ada, estimasi kami bisa mencapai sekitar 60 persen sampai akhir tahun,” kata Ahmad Rizal di Jakarta, Rabu (24/12/2025).
Ia menjelaskan, penyaluran SPHP tahun ini menghadapi pola distribusi yang tidak berlangsung sepanjang tahun. Pada periode tertentu, penyaluran sempat terhenti sehingga memengaruhi akumulasi capaian hingga akhir Desember.
Untuk mendukung stabilitas harga, Bulog memastikan harga beras SPHP di lapangan tetap sesuai ketentuan. Dalam pemantauan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan Pasar Rawamangun, harga SPHP terpantau berada di level Rp 12.500 per kilogram, selaras dengan ketetapan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
“SPHP yang kami temukan di lapangan harganya sesuai, Rp 12.500 per kilo. Tidak ada yang naik dan ini standar,” ujar Ahmad Rizal.
Ia juga memaparkan harga beras medium dan premium di titik pantauan relatif terkendali. Rata-rata harga beras medium berada di bawah Rp 13.000 per kilogram, sedangkan beras premium di bawah Rp 14.000 per kilogram, lebih rendah dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan.
Bulog menyiapkan perbaikan pola distribusi SPHP pada 2026. Penyaluran direncanakan berlangsung dari Januari hingga Desember agar capaian lebih optimal dan intervensi pasar dapat dilakukan secara konsisten sepanjang tahun.
“Ke depan kami harapkan SPHP berjalan penuh dari Januari sampai Desember. Di daerah sentra produksi, volumenya akan disesuaikan supaya harga gabah petani tidak tertekan,” ucap Rizal.
Dia mengatakan, penugasan SPHP pada 2026 direncanakan dalam jumlah yang sama seperti 2025. Angkanya berada di kisaran 1,5 juta ton sesuai arahan Bapanas.

4 weeks ago
27















































