Perempuan Didorong Jadi Motor Pembangunan, dari Layanan Publik hingga Ekonomi Digital

3 hours ago 6

ilustrasi pemberdayaan perempuan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Peran perempuan dalam pembangunan nasional terus diperkuat melalui berbagai program di tingkat daerah hingga nasional. Pemerintah dan sejumlah organisasi mendorong perempuan menjadi penggerak utama, baik dalam pelayanan publik, pengembangan ekonomi digital, maupun sektor ekonomi kreatif.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menilai partisipasi perempuan menjadi modal sosial penting dalam menggerakkan program Ruang Bersama Indonesia (RBI). Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan Ahmad Basyarudin menyebutkan, keterlibatan perempuan di berbagai sektor telah menunjukkan kontribusi signifikan.

Di Jakarta Selatan, lebih dari 66 persen anggota Jakpreneur merupakan perempuan. Selain itu, 61 persen pejabat Eselon III dan Jabatan Fungsional Madya juga diisi perempuan, serta 20 dari 65 lurah merupakan perempuan.

Menurut Ahmad, peran aktif perempuan juga terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti PKK, Dasawisma, kelompok tani, hingga program perlindungan perempuan dan anak. Kondisi ini menjadi kekuatan dalam mendorong RBI tidak sekadar sebagai program, tetapi sebagai gerakan bersama di masyarakat.

Sebanyak 10 kelurahan di Jakarta Selatan telah ditetapkan sebagai titik awal implementasi RBI, yang difokuskan pada penguatan layanan bagi perempuan dan anak secara terintegrasi.

Di sektor ekonomi, penguatan peran perempuan juga dilakukan melalui digitalisasi usaha. Badan Otonom BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Womenpreneur mengintegrasikan program AIM ASEAN untuk memperluas akses pelatihan teknologi bagi pelaku usaha perempuan.

Program ini menargetkan lebih dari 5.000 pelaku UMKM perempuan di berbagai daerah untuk mendapatkan pelatihan digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan. Implementasi program dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional hingga daerah, guna menjangkau komunitas di seluruh Indonesia.

Ketua HIPMI Womenpreneur Ayse Melissa Hamid menegaskan program tersebut bertujuan mendorong perempuan menjadi pelaku utama dalam ekonomi digital, bukan sekadar pengguna teknologi.

Sementara itu, pemerintah juga melihat ekonomi kreatif sebagai ruang strategis bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut sektor ini semakin inklusif dan membuka peluang tanpa batas latar belakang.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |