Perluas Akses Jaminan Sosial, BPD DIY Permudah Pembayaran Iuran BPJS Ketenagakerjaan

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Bank BPD DIY bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi meluncurkan layanan pembayaran iuran kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan yang terintegrasi melalui jaringan dan kanal perbankan Bank BPD DIY di BPD DIY Lounge Lantai 4 Kantor Pusat Bank BPD DIY, Jumat (6/2/2025). Peluncuran tersebut menjadi langkah strategis dalam mempermudah pembayaran iuran kepesertaan sekaligus memperluas akses jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal dan pelaku UMKM di DIY.

Dalam peluncuran diserahkan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Bank BPD DIY dan BPJS Ketenagakerjaan. Dari Bank BPD DIY hadir Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Raden Agus Trimurjanto, Direktur Umum Hudan Mulyawan, serta Direktur Kepatuhan Dian Ari Ani, beserta jajaran manajemen. Sementara dari BPJS Ketenagakerjaan hadir Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Asep Rahmat Suwandha, Deputi Keuangan Rani Martina, serta Kepala Kantor Wilayah Jawa Tengah–DIY Hesnypita.

Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah Bank BPD DIY R. Agus Trimurjanto menyampaikan kerja sama ini dirancang untuk memberikan kemudahan maksimal bagi masyarakat dalam mengakses layanan BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari pendaftaran, pembayaran iuran, hingga pengajuan klaim. Bank BPD DIY berperan sebagai sarana yang mengakomodasi kemudahan peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Sinergi ini kami siapkan dengan matang, dengan mengutamakan keamanan dan kenyamanan layanan. Tidak sekadar cepat, tetapi juga minim risiko," ujar Agus usai uji coba transaksi layanan pembayaran iuran peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Menurut Agus, kemudahan akses pembayaran menjadi kunci utama dalam meningkatkan kepatuhan dan perluasan kepesertaan, terutama bagi sektor nonformal seperti UMKM yang jumlahnya cukup besar di DIY. Dengan dukungan berbagai kanal layanan Bank BPD DIY, peserta diharapkan tidak lagi mengalami kendala dalam memenuhi kewajiban pembayaran iuran bulanan.

“Sepanjang informasi tersampaikan dengan baik dan layanan perbankan mudah diakses melalui seluruh kanal, kami optimistis tidak ada kesulitan bagi peserta untuk disiplin membayar iuran. Ini sekaligus membuka peluang perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di DIY,” katanya.

Agus menambahkan, kerja sama ini merupakan terobosan baru yang memiliki potensi besar di Yogyakarta. Esensinya, Bank BPD DIY hadir untuk memberikan kemudahan layanan keuangan yang berdampak langsung pada perlindungan sosial masyarakat.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko BPJS Ketenagakerjaan Asep Rahmat Suwandha mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan Bank BPD DIY. Ia menyebutkan melalui proses persiapan yang cukup panjang, kerja sama ini akhirnya resmi membuka kanal layanan penerimaan iuran BPJS Ketenagakerjaan melalui Bank BPD DIY.

“Kami menyaksikan secara langsung peserta dapat melakukan pembayaran iuran melalui kasir maupun ATM Bank BPD DIY. Ke depan, masih banyak pengembangan yang bisa dilakukan melalui teknologi ini,” kata Asep.

Ia berharap kolaborasi dengan Bank BPD DIY dapat terus ditingkatkan, termasuk pemanfaatan kanal digital seperti mobile banking, layanan pembayaran klaim, hingga dukungan dalam perluasan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya bagi pelaku UMKM dan pekerja sektor informal.

“Wilayah DIY memiliki potensi besar dari sektor UMKM yang belum seluruhnya terlindungi dalam ekosistem jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan dukungan Bank BPD DIY, kami berharap sosialisasi dan kemudahan layanan dapat menjangkau lebih luas," kata Asep.

Sebagai bank pembangunan daerah, Bank BPD DIY terus memperkuat perannya sebagai agen pembangunan dengan menghadirkan layanan keuangan yang inklusif dan dekat dengan masyarakat. Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital sekaligus memastikan keberlanjutan perlindungan sosial bagi seluruh pekerja di DIY.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah dan DIY, Hesnypita, menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bank BPD DIY merupakan langkah konkret dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di wilayah DIY.

“Kerja sama ini sangat strategis karena menjawab kebutuhan masyarakat akan akses layanan yang mudah, cepat, dan aman. DIY memiliki karakteristik pekerja sektor informal dan UMKM yang cukup dominan, sehingga kemudahan kanal pembayaran iuran menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepesertaan dan keberlanjutan perlindungan,” ujar Hesnypita.

Ia menambahkan, sinergi lintas lembaga seperti ini sejalan dengan komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan seluruh pekerja, tanpa terkecuali, mendapatkan perlindungan sosial yang layak.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi role model bagi daerah lain dalam memperkuat ekosistem jaminan sosial ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Yogyakarta, Rudi Susanto, menyampaikan bahwa kehadiran kanal pembayaran melalui Bank BPD DIY akan sangat membantu peserta di tingkat daerah, khususnya dalam meningkatkan kemudahan dan kepatuhan pembayaran iuran.

“Dengan dukungan jaringan dan kanal layanan Bank BPD DIY yang tersebar luas, peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya kini memiliki lebih banyak pilihan dalam melakukan pembayaran iuran. Ini tentu akan berdampak positif terhadap peningkatan kepesertaan aktif,” jelas Rudi.

Menurutnya, kerja sama ini juga membuka ruang penguatan sinergi ke depan, tidak hanya dalam pembayaran iuran, tetapi juga dalam sosialisasi program dan perluasan perlindungan bagi pekerja rentan.

“Kami optimistis, kolaborasi ini akan mempercepat terwujudnya universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan di DIY," tuturnya.

Read Entire Article
Politics | | | |