Kepadatan arus lalu lintas di kawasan Tangkuban Perahu, Subang, Rabu (2/4/2025). Lalu lintas di jalur wisata alam kawasan Lembang dan Subang padat merayap. Selain oleh pengendara yang menuju tempat wisata juga oleh arus mudik lokal.
REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memperkuat kolaborasi dengan instansi terkait dalam mengantisipasi kemacetan arus balik Lebaran 2025 pada Operasi Ketupat Toba 2025.
"Pentingnya koordinasi antarkepolisian, instansi terkait, serta masyarakat dalam menjaga kelancaran lalu lintas," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto di Medan, Rabu.
Whisnu mengatakan kolaborasi dengan pemangku kepentingan lainnya seperti dinas perhubungan, jasa marga, dan TNI sangat penting untuk mengurai kemacetan dan memberikan rasa aman bagi pemudik.
Lebih lanjut, ia mengatakan, kolaborasi tersebut untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal kepada para pemudik pada arus mudik tersebut.
Kolaborasi ini diperlukan, mengingat kata Whisnu ada pergerakan yang keluar dari Sumut mencapai sekitar delapan juta orang, sedangkan yang masuk enam juta orang pada Lebaran tahun ini.
"Untuk itu, personel harus selalu siap siaga dalam mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas, khususnya saat puncak arus balik nanti,” kata dia.
Whisnu mengatakan puncak arus mudik di Sumut terjadi pada 28-30 Maret 2025, sedangkan arus balik diperkirakan pada 5-7 April 2025.
Saat melakukan peninjauan di Tol Sinaksak Kabupaten Simalungun, Kapolda mengatakan terpantau lancar dengan petugas yang sigap mengatur arus kendaraan.
Pengamanan arus balik ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Toba 2025 yang terhitung 26 Maret hingga 8 April 2025, guna pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Pihaknya mengerahkan sebanyak 12.104 personel yang terdiri dari 9.453 personel Polda Sumut dan jajaran, serta 3.651 personel dari instansi terkait lainnya.
Ditambah dengan mendirikan sebanyak 163 pos pengamanan terdiri dari 83 pos pengamanan, 66 pos pelayanan dan 14 pos terpadu.
sumber : Antara