Trump Naikkan Tarif Impor Global, Tiongkok Kena 54 Persen

17 hours ago 2

Home > Shipping Friday, 04 Apr 2025, 09:30 WIB

Tarif impor Indonesia naik 32 persen.

Ilustrasi perang dagang. Kebijakan perdagangan AS di bawah Donald Trump bisa perberat negara-negara Indo-Pasifik ke depannya.Ilustrasi perang dagang. Kebijakan perdagangan AS di bawah Donald Trump bisa perberat negara-negara Indo-Pasifik ke depannya.

ShippingCargo.co.id, Jakarta—Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggebrak kebijakan perdagangan global dengan mengumumkan tarif impor minimum 10% bagi semua negara. Kebijakan ini akan mengubah dinamika perdagangan internasional, terutama bagi negara-negara yang memiliki ketergantungan ekspor tinggi ke Amerika Serikat.

Tarif paling tinggi dikenakan pada barang asal Tiongkok, mencapai 54% secara kumulatif setelah penambahan baru sebesar 34%. Langkah ini , seperti dilansir oleh memperketat perang dagang AS-Tiongkok dan berpotensi mengguncang rantai pasok global.

Menurut data Gedung Putih, per Maritime Executive, banyak negara-negara di Indo-Pasifik menjadi sasaran utama kenaikan tarif ini. Beberapa negara dengan tarif tertinggi adalah:

  • Kamboja: 49%
  • Thailand: 46%
  • Vietnam 36%
  • Taiwan & Indonesia: 32%

Vietnam dan Thailand, yang selama ini menjadi alternatif basis manufaktur bagi perusahaan Tiongkok untuk menghindari tarif AS, kini menghadapi tantangan baru. Begitu juga dengan Sri Lanka dan Kamboja, yang industri garmennya sangat bergantung pada ekspor ke AS.

Penetapan tarif yang lebih tinggi dari perkiraan ini mengguncang pasar keuangan. Indeks Dow, Nasdaq, dan S&P 500 langsung merosot setelah pengumuman kebijakan ini, dengan perusahaan raksasa seperti Amazon mengalami penurunan saham sebesar 6,5%.

Tarif baru juga berdampak pada industri pengiriman global. Pengenaan tarif 25% pada semua kendaraan impor akan berdampak langsung pada operator feri ro/ro (roll-on, roll-off) dan rantai pasok otomotif.Sementara itu, tarif baja dan aluminium tetap pada 25% karena masuk dalam kategori keamanan nasional, bukan perdagangan umum.

Tarif ini mulai berlaku penuh pada 9 April, memberikan waktu bagi negara-negara terdampak untuk bernegosiasi. Analis pasar melihat kemungkinan penyesuaian tarif di masa depan, tetapi untuk saat ini, langkah ini meningkatkan ketidakpastian dalam perdagangan global.

Image

Read Entire Article
Politics | | | |