REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden RI Prabowo Subianto mengaku terharu setelah menerima laporan dari warga desa yang bersyukur atas bantuan papan interaktif digital (PID) di sekolah-sekolah mereka. Pernyataan ini disampaikan dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis.
Presiden Prabowo membagikan momen di mana para siswa, guru, dan warga desa menunjukkan antusiasme tinggi saat menerima fasilitas tersebut pada pekan pertama pelaksanaan program. Menurutnya, banyak warga desa, termasuk para guru dan siswa, merasa terharu dan bahkan menangis ketika papan interaktif mulai terpasang di ruang-ruang kelas.
"Kami menerima banyak pesan, salah satunya berbunyi: 'Pak Presiden, sepanjang sejarah desa ini, kami tidak pernah merasa bahwa pemerintah pusat mengetahui keberadaan kami. Baru kali ini kami merasa pemerintah pusat peduli, hadir di desa kami, dan membantu mendidik anak-anak kami.' Bagi saya, ini sangat mengharukan," ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar upaya digitalisasi, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan anak-anak di seluruh Indonesia dapat mengakses pendidikan berkualitas dengan lebih mudah. Prabowo menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia untuk menentukan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
"Ketertinggalan pendidikan adalah jalan menuju negara gagal. Tidak ada negara yang dapat berharap stabil dan makmur jika rakyatnya buta huruf, atau tidak mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi modern," tambahnya.
Prabowo memastikan bahwa program digitalisasi pendidikan ini akan terus diperluas secara masif. Tahun ini, pemerintah berencana menambah satu juta panel interaktif digital, sehingga setiap sekolah dapat memiliki setidaknya tiga hingga empat ruang kelas dengan fasilitas tersebut.
Presiden menargetkan dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia akan memiliki infrastruktur pembelajaran digital yang memadai dan merata. "Kami berharap dalam tiga tahun ke depan, seluruh sekolah di Indonesia memiliki sedikitnya enam ruang kelas dengan panel interaktif digital. Dengan begitu, misalnya saya berada di Jakarta, saya dapat mengunjungi sekolah mana pun di Indonesia dan melihat langsung kualitas pengajaran para guru serta respons para murid," kata Prabowo.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
2















































