Preview Spanyol Vs Arab Saudi: La Roja dalam Tekanan, The Green Falcons Siapkan Kejutan

1 hour ago 3

Kiper Tanjung Verde Vozinha (kiri) beraksi melawan Mikel Oyarzabal dari Spanyol dalam pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 di Atlanta, AS, Senin (15/6/2026). Vozinha jadi pahlawan Tanjung Verde yang berhasil menahan imbang Spanyol 0-0.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Timnas Spanyol menghadapi laga krusial saat berjumpa Arab Saudi pada pertandingan kedua Grup H Piala Dunia 2026 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, AS, Ahad (21/6/2026) pukul 23.00 WIB. Setelah sama-sama gagal meraih kemenangan pada laga pembuka, kedua tim membutuhkan tiga poin untuk menjaga peluang lolos ke babak gugur.

La Roja datang ke pertandingan ini dengan tekanan lebih besar. Juara Eropa tersebut secara mengejutkan ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde pada laga perdana. Hasil itu memicu kritik karena Spanyol tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi gagal mengubah superioritas permainan menjadi gol.

Sorotan terutama mengarah ke lini depan yang dinilai kurang efektif. Padahal, lini tengah yang dihuni Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan.

Gelandang Spanyol Martin Zubimendi mengaku terkejut dengan derasnya kritik yang mengarah kepada timnya setelah hasil imbang tersebut.

"Saya belum terlalu mengikuti semuanya, tetapi itu mengejutkan saya," kata pemain Arsenal tersebut seperti dikutip dari ESPN, Sabtu (20/6/2026).

Pelatih Luis de la Fuente kini dituntut menemukan solusi agar dominasi permainan Spanyol mampu berujung pada gol. Kemenangan atas Arab Saudi menjadi target mutlak jika mereka ingin menghindari tekanan yang lebih besar menjelang laga terakhir fase grup.

Di tengah sorotan tersebut, perhatian juga tertuju kepada kondisi Lamine Yamal. Winger muda Barcelona itu belum sepenuhnya pulih dari cedera hamstring sehingga kebugarannya masih terus dipantau.

De la Fuente juga berusaha melindungi pemain berusia 18 tahun tersebut dari ekspektasi berlebihan setelah banyak pihak mulai membandingkannya dengan Lionel Messi.

"Dia adalah Lamine Yamal dan sedang menulis kisahnya sendiri. Saya tidak suka membandingkannya dengan Messi atau Maradona," ujar De la Fuente dikutip The Guardian.

Read Entire Article
Politics | | | |