PSI Jabar Panaskan Mesin Menuju 2029, Gaet Hati Pemilih Muda

3 hours ago 6

Wakil Ketua DPW PSI Jawa Barat, Iwan Koswara.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Jawa Barat mulai memanaskan mesin partai dengan menyasar pemilih muda menjelang Pemilu 2029. Berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum, jumlah pemilih di Jawa Barat pada 2024 mencapai sekitar 35 juta orang, dengan partisipasi sekitar 22 juta pemilih.

Angka tersebut diproyeksikan meningkat pada 2029 seiring masuknya sekitar 3–4 juta penduduk yang pada 2025 masih berusia 13–16 tahun dan akan menjadi pemilih pemula.

Wakil Ketua DPW PSI Jawa Barat, Iwan Koswara mengatakan partainya telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjangkau generasi baru pemilih tersebut. “Mesin partai sudah dipanaskan. Kami fokus pada pemilih muda yang jumlahnya akan sangat besar pada 2029,” ujar Iwan kepada Republika.co.id, Senin (23/2/26).

Menurut dia, generasi muda memiliki karakteristik berbeda dengan pemilih sebelumnya, terutama dalam hal akses informasi dan kedekatan dengan isu digital, pendidikan, serta lapangan kerja. Karena itu, PSI Jabar menyiapkan program pendekatan melalui pendidikan politik, literasi digital, serta kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan anak muda.

Iwan menilai, pemilih pemula akan menjadi faktor penentu dalam peta politik Jawa Barat ke depan. Dengan konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput, PSI optimistis dapat meningkatkan perolehan suara secara signifikan.

“Kami yakin pada Pemilu 2029 PSI Jawa Barat bisa meraih sekitar lima kursi di DPRD Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Ia menambahkan, kunci meraih dukungan generasi muda adalah menghadirkan politik yang bersih, terbuka, dan memberi ruang partisipasi. “Anak muda ingin didengar dan dilibatkan. Jika partai mampu menjawab harapan itu, kami percaya dukungan akan datang,” ujar Iwan.

PSI Jawa Barat menargetkan dalam beberapa tahun ke depan penguatan struktur partai, kaderisasi, serta perluasan jaringan komunitas sebagai strategi menghadapi kontestasi politik mendatang. N 

Read Entire Article
Politics | | | |