REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Psikolog Klinis lulusan Universitas Indonesia, Ratriana Naila Syafira, Psikolog, memaparkan jenis pertanyaan yang sebaiknya dihindari saat berinteraksi dengan orang yang sedang berduka. Salah satunya tentang detail kematian.
“Jangan langsung menanyakan detail kematian seperti kapan meninggal, sakit apa, kok bisa, atau terakhir bertemu kapan,” kata Ratriana saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan pertanyaan-pertanyaan tersebut sebaiknya hanya diajukan jika orang yang berduka terlebih dahulu membuka cerita. Pasalnya, pertanyaan semacam itu dapat memaksa mereka mengulang pengalaman traumatis, sementara secara emosional belum tentu siap untuk membicarakannya.
Selain itu, Ratriana mengingatkan agar menghindari pertanyaan bernada menyalahkan, seperti mempertanyakan alasan tidak membawa almarhum ke rumah sakit lebih awal atau mengapa tidak mendapatkan penanganan yang lebih cepat.
“Pertanyaan seperti ini, meskipun tidak bermaksud menyalahkan, sering kali membuat orang yang berduka merasa bersalah dan mempertanyakan kembali apa yang sudah mereka lakukan untuk orang yang telah pergi,” ujarnya.
Psikolog yang kini berpraktik di Biro Psikologi Rali Ra, Bekasi, itu juga menyebut ada sejumlah pernyataan yang sebaiknya tidak disampaikan, salah satunya kalimat yang meminta orang berduka untuk selalu kuat dan tabah.
“Kalimat seperti ini bisa membuat orang yang berduka merasa tidak punya ruang untuk rapuh dan mengekspresikan emosinya. Jika emosi tidak diproses dengan baik, dalam jangka panjang justru dapat menimbulkan dampak negatif,” ucap Ratriana.
Ia juga mengingatkan agar tidak membandingkan pengalaman duka atau saling mengadu nasib. Menurutnya, setiap individu memiliki cara dan waktu masing-masing dalam memproses kehilangan.
“Membandingkan pengalaman justru bisa membuat orang yang berduka merasa tidak dipahami, seolah perasaan dan pengalamannya diabaikan,” katanya.
Ratriana menegaskan dukungan terbaik bagi orang yang berduka adalah hadir dengan cara yang tepat, tidak menghakimi, serta memberikan ruang dan waktu agar proses pemulihan emosional dapat berjalan secara perlahan.
sumber : ANTARA

2 hours ago
2











































