REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya untuk membersihkan tumpukan sampah yang menjelma layaknya pulau di kawasan perairan Muara Angke, Jakarta Utara. Pembersihan pulau sampah yang dilakukan sejak beberapa hari terakhir itu ditargetkan bisa rampung pada Sabtu (6/6/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pulau sampah itu muncul karena terjadinya sedimentasi. Menurut dia, jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta telah melakukan pengerukan pulau sampah itu sejak tiga hari terakhir.
"Di Muara Angke yang kemudian terjadi pulau sampah karena sedimentasi, sudah tiga hari ini kita lakukan pengerukan," kata dia di Balai Kota Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Diketahui, pembersihan tumpukan sampah itu dilakukan sejak Rabu (3/6/2026). Pembersihan itu ditargetkan dapat rampung pada Sabtu ini.
Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan hingga Jumat, progres penanganan pulau sampah itu telah mencapai 85-90 persen. “Pembersihan terus dipercepat agar seluruh tumpukan sampah di Muara Angke bisa ditangani pada akhir pekan ini,” kata Afan.
Dalam proses pembersihan, Pemprov DKI mengerahkan 100 petugas lapangan, dua ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah. Petugas bekerja untuk mempercepat pengangkutan dan pengolahan sampah di lokasi.
Menurut dia, pihaknya tidak akan hanya melakukan pembersihan pulau sampah itu. Setelah upaya itu dilakukan, DLH akan melakukan pengawasan dan inspeksi rutin untuk mencegah penumpukan sampah kembali.
Afan menilai, salah satu kendala penanganan sampah di kawasan pesisir ialah kiriman sampah dari wilayah hulu yang terbawa aliran air menuju muara. Karena itu, pengendalian sampah juga dilakukan dari wilayah hulu melalui pengoperasian sekat dan saringan sampah agar tidak terus mengalir ke kawasan pesisir.
Selain pembersihan, Pemprov DKI juga memperkuat pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Hal itu dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke badan air.
Afan juga mengimbau masyarakat tidak membuang sampah ke saluran air, kali, waduk, situ, embung, maupun badan air lain. Pasalnya, perilaku tersebut dapat mencemari lingkungan dan meningkatkan risiko banjir.
“Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif, termasuk banjir,” ujar dia.

3 hours ago
4

















































