Pupuk Indonesia Jalin Kemitraan Fosfat dengan Aljazair untuk Swasembada Pangan

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) berkomitmen terus mendukung keberlanjutan swasembada pangan dengan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengamankan pasokan bahan baku utama pupuk. Pupuk Indonesia sepakat menjalin kerja sama dengan Somiphos, perusahaan tambang fosfat asal Aljazair.

Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman tentang pengembangan industri fosfat yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi bersama Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lekhal di Aljazair. Rahmad mengatakan rock phosphate merupakan bahan baku utama industri pupuk dan hanya dapat diperoleh melalui kegiatan pertambangan.

"Pupuk Indonesia membutuhkannya untuk memproduksi pupuk. Kerja sama dengan Somiphos ini untuk keberlanjutan suplai bahan baku tersebut, dalam rangka mengamankan kebutuhan pupuk dalam negeri, serta sebagai bentuk komitmen terhadap swasembada pangan nasional yang berkelanjutan," ujar Rahmad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (24/1/2026).

Melalui kerja sama ini, lanjut Rahmad, Pupuk Indonesia memperoleh dukungan pasokan rock phosphate hingga satu juta ton per tahun untuk kebutuhan dalam negeri, serta membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan di Aljazair untuk membangun proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi. Rahmad menyampaikan perjanjian ini bertujuan membangun kemitraan dalam mengembangkan peluang kerja sama di bidang fosfat, khususnya kemungkinan pasokan fosfat Aljazair kepada Pupuk Indonesia.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga menjajaki peluang investasi bersama dalam kegiatan eksploitasi dan pengolahan fosfat di Aljazair, serta pengembangan proyek terkait produk turunan fosfat. Rahmad menyampaikan Pupuk Indonesia menyambut baik kerja sama dengan Somiphos dan Sonarem Group.

"Kerja sama ini dapat memastikan keberlanjutan swasembada pangan melalui pemenuhan bahan baku pupuk, dalam hal ini fosfat," lanjut Rahmad.

Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menurunkan harga pupuk demi kesejahteraan petani Indonesia. Selain itu, ketergantungan terhadap bahan baku impor selama ini menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur biaya pupuk.

"Bapak Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan yang sangat jelas bahwa negara harus hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani," ujar Sudaryono.

Sudaryono mengatakan kerja sama fosfat dengan Aljazair ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat sektor hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi dapat ditekan dan harga pupuk bagi rakyat menjadi lebih murah. Ia menambahkan kemitraan jangka panjang dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Hasil dari kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan," kata Sudaryono.

Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab menegaskan penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari arahan Presiden Aljazair untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara-negara sahabat, khususnya di sektor pertambangan strategis, terutama fosfat. Sektor ini dinilai sebagai pilar utama dalam proses diversifikasi ekonomi nasional, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan nilai tambah.

"Kemitraan ini penting dalam mendukung kerja sama Aljazair–Indonesia dan juga mendorong investasi produktif, serta transfer pengalaman dan teknologi demi kepentingan bersama kedua negara," kata Arkab.

Read Entire Article
Politics | | | |