Polemik penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang ramai di media sosial ikut disinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polemik penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang ramai di media sosial ikut disinggung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menilai, mereka yang meragukan masa depan Indonesia saat ini bisa saja berubah pikiran dua dekade mendatang.
Pernyataan itu disampaikan dalam taklimat media APBN KiTa Edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026). Purbaya merespons sorotan publik terhadap seorang warga negara Indonesia (WNI) penerima beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas.
Nama Dwi ramai diperbincangkan setelah ia mengunggah video tentang kebahagiaannya saat anak keduanya resmi menjadi warga negara Inggris melalui naturalisasi. Unggahan tersebut memantik kritik sebagian warganet yang mempertanyakan komitmen penerima beasiswa yang dibiayai dana abadi pendidikan bersumber dari pajak masyarakat.
Menanggapi hal itu, Purbaya tidak berbicara panjang. Ia justru menekankan optimismenya terhadap arah Indonesia ke depan. “Mungkin 20 tahun lagi dia akan menyesal, karena 20 tahun lagi kita akan sangat bagus,” ujarnya.
Menurut dia, keyakinan itu bukan sekadar retorika. Di tengah tekanan global sepanjang 2025, ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,11 persen. Defisit anggaran pun terjaga di level 2,92 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), lebih rendah dibandingkan sejumlah negara di kawasan.
“Kita menciptakan pertumbuhan dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian fiskal,” kata Purbaya.
Dwi merupakan alumnus S2 Delft University of Technology, Belanda, lulusan 2017. Suaminya, Arya Iwantoro, menempuh studi S2 dan S3 di Utrecht University pada 2017 hingga 2022. Keduanya menempuh pendidikan melalui skema beasiswa LPDP.
Isu ini kemudian berkembang menjadi perbincangan soal nasionalisme dan kontribusi setelah menerima pembiayaan negara. Namun, pemerintah menegaskan fokusnya tetap pada menjaga stabilitas dan memastikan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat dirasakan masyarakat luas.
“Dengan pengelolaan yang pruden, kita optimistis Indonesia akan semakin kuat,” ujar Purbaya.
sumber : Antara

3 hours ago
8















































