RS Pelni: 24 Pasien Korban Demo Masuk IGD

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit (RS) Pelni di Slipi, Palmerah, Jakarta Barat, turut merawat sejumlah demonstran yang luka-luka saat aksi unjuk rasa di Jakarta. VP Corporate Secretary and Legal PT RS Pelni Abdul Aziz Purnomo mengatakan, ada sebanyak 24 orang pasien korban demonstrasi yang masuk instalasi gawat darurat (IGD) setempat.

Seorang di antaranya adalah Moh Umar Amarudin, pengemudi ojek daring (ojol) yang luka-luka dalam insiden di depan kompleks DPR RI, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025) lalu. Warga Sukabumi, Jawa Barat, ini sempat dikira ikut tewas dalam insiden kendaraan taktis milik Brimob Polda Metro Jaya pada hari itu di lokasi.

Menurut Abdul Aziz, dari seluruh 24 orang tersebut, 19 orang di antaranya terindikasi rawat jalan dari IGD. Kemudian, ada seorang di antaranya yang pulang ke rumahnya pada hari ini pukul 16.00 WIB.

"Lima orang di antaranya menjalani ranap (rawat inap). Dari kelima tersebut, satu orang dirujuk ke (rumah sakit) tipe A (RSPAD Gatot Subroto)," kata dia menjelaskan, Sabtu (30/8/2025).

Aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) berlanjut hingga Jumat (29/8/2025) di depan kompleks Parlemen RI, Jakarta. Demonstrasi ini turut diwarnai bentrok antara demonstran dan polisi yang berupaya membubarkan massa.

Eskalasi bentrok meningkat sejak Kamis (28/8/2025)malam. Ini terjadi usai kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya melindas Affan Kurniawan hingga meninggal dunia. Affan, sebagaimana Umar, merupakan pengendara ojol yang sedang bekerja saat bentrok berlangsung antara massa dan aparat.

Beberapa jam setelah Affan dinyatakan meninggal dunia di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, tujuh polisi yang berada di dalam mobil Brimob itu ditangkap dan ditahan oleh kepolisian.

Mereka pun menjalani pemeriksaan sejak hingga Jumat (29/8/2025), dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka serta mengenakan baju tahanan. Pemeriksaan dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Pada Jumat (29/8/2025) malam, Wakil Presiden (Wapres) RI Gibran Rakabuming Raka menjenguk beberapa warga di RS Cipto Mangunkusumo dan RS Pelni, Jakarta.

Di RS Pelni, Gibran menjenguk Moh Umar Amirudin, pengendara ojek online (ojol) yang sempat dikabarkan meninggal dunia, tetapi kemudian diketahui masih hidup. Saat dibesuk, ia dalam keadaan sadar serta menjalani perawatan medis di RS Pelni.

Gibran kemudian bertanya perihal luka-luka yang dialami oleh Umar, dan juga situasi di lokasi kejadian. Ia juga sempat menanyakan alasan Umar melewati jalan yang rawan itu.

Ojol ini menjawab, dirinya terpaksa melalui jalan itu karena banyak akses jalan ditutup saat aksi unjuk rasa berlangsung. Gibran lalu meminta Umar untuk beristirahat.

“Istirahat yang cukup tiga hari pulang,” kata Wapres Gibran ke Umar.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |