Sampah Mengancam, Wamen LH Ajak Generasi Muda Ambil Tindakan

5 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengajak generasi muda untuk lebih aktif mengelola sampah dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menekankan bahwa generasi muda tidak hanya mewarisi kondisi lingkungan saat ini, tetapi juga harus berperan aktif dalam menjaga dan memperbaikinya demi masa depan yang lebih baik.

“Sampah bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi masalah eksistensial bagi kita semua. Tidak ada yang bisa hidup dengan sampah yang menumpuk, dan itu harus menjadi perhatian kita bersama. Anak muda memiliki peran yang sangat penting untuk memimpin perubahan ini,” kata Diaz saat membuka Festival Bhumandala 2025 di President University, Cikarang, Ahad (27/4/2025).

Dalam siaran pers KLH/BPLH, Diaz juga mengingatkan bahwa kondisi lingkungan di Jawa Barat semakin kritis akibat memburuknya pengelolaan sampah dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

“Jika kita tidak segera bertindak, dampak perubahan iklim akan semakin nyata, seperti banjir dan polusi yang terus meningkat. Peran mahasiswa sangat krusial dalam menciptakan masa depan yang lebih baik,” lanjut Diaz.

Pada kesempatan itu, Diaz juga berpesan kepada Rektor President University agar kampus tersebut menjadi contoh dalam upaya penanggulangan sampah di Indonesia, dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dalam gerakan lingkungan berkelanjutan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, turut mengingatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk mengatasi berbagai permasalahan lingkungan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), timbulan sampah nasional Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, dengan sekitar 12 persen atau 7,68 juta ton di antaranya berupa sampah plastik.

Sementara itu, menurut Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), dari total timbulan sampah sebesar 40,2 juta ton pada 2023, baru sekitar 60,4 persen yang telah terkelola, sedangkan 39,6 persen sisanya masih belum tertangani.

Read Entire Article
Politics | | | |