REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Pemerintah Malaysia belum lama ini atau tepatnya pada 30 Desember 2025 memutuskan untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang pada 2014. Menurut Kementerian Perhubungan Malaysia, perusahaan Amerika Serikat, Ocean Infinity, akan melakukan operasi di dasar laut selama 55 hari.
"Pemerintah Malaysia ingin mengabarkan bahwa pencarian bangkai pesawat Malaysia Airlines MH370 di laut dalam akan dilanjutkan pada 30 Desember 2025," demikian menurut pernyataan Kementerian Perhubungan Malaysia pada awal Desember.
Dalam catatan sejarah, penerbangan MH370 menghilang dari radar kurang dari 40 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Kuala Lumpur tepat setelah tengah malam pada tanggal 8 Maret 2014, dengan 239 penumpang dan awak di dalamnya. Berdasarkan komunikasi radar dan satelit, pesawat tersebut diperkirakan menyimpang dari jalur penerbangannya dan jatuh ke Samudera Hindia bagian selatan, sehingga memicu perburuan besar-besaran internasional yang dipimpin oleh Australia.
Pencarian yang dipimpin Australia saat itu menghabiskan waktu hampir tiga tahun dan menghabiskan dana sebesar 200 juta dolar AS (Rp3 triliun) untuk menjelajahi 120.000 kilometer persegi salah satu lautan terbesar di dunia. Pencarian tersebut diumumkan berakhir pada Januari 2017 dan tidak ada puing-puing signifikan yang pernah ditemukan.
Pada Januari 2018, Ocean Infinity mengambil alih operasi tersebut dan menyisir area seluas 112.000 km persegi, yang juga tidak menghasilkan apa pun pada saat kontraknya berakhir pada Mei.
Tim investigasi internasional independen yang dipimpin oleh Malaysia menyimpulkan dalam laporannya yang dirilis pada 2018 bahwa tidak ada cara untuk menentukan penyebab hilangnya pesawat tersebut, karena tidak ada reruntuhan besar atau informasi data penerbangan yang dapat diperiksa oleh tim.
Kini, Pemerintah Malaysia telah bersepakat dengan Ocean Infinity untuk melanjutkan pencarian bangkai pesawat MH370. Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan dengan menyetujui syarat dan ketentuan layanan Ocean, kementeriannya siap meneken perjanjian dengan perusahaan robotika kelautan itu.
"Ini membuka jalan bagi Ocean Infinity untuk melanjutkan operasi pencarian dasar laut guna menemukan bangkai pesawat MH370 di area baru yang diperkirakan seluas 15.000 kilometer persegi di Samudra Hindia bagian selatan," kata dia dalam sebuah pernyataan.
Pencarian tersebut akan mengikuti prinsip "tidak ketemu, tidak bayar". Pemerintah Malaysia hanya membayar Ocean Infinity jika bangkai pesawat berhasil ditemukan, dengan biaya keberhasilan sebesar 70 juta dolar AS (sekitar Rp1,16 triliun).
"Pemerintah berkomitmen untuk melanjutkan operasi pencarian dan memberikan kepastian bagi keluarga penumpang MH370," tambah Loke.
sumber : Antara, Kyodo, Anadolu

2 weeks ago
16















































