REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kurang dari 100 hari menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat, Partai Demokrat mulai memperoleh keuntungan politik dari meluasnya ketidakpuasan terhadap pemerintahan di Washington. Namun, kenaikan dukungan itu tampaknya bukan lahir dari pulihnya kepercayaan penuh kepada Demokrat, melainkan dari keinginan pemilih untuk mengganti sebagian besar anggota Kongres dan membatasi kekuasaan Presiden Donald Trump.
Jajak pendapat CNN yang dilakukan SSRS menunjukkan kandidat Demokrat unggul delapan poin atas kandidat Republik dalam pertanyaan pilihan partai secara nasional atau generic congressional ballot di kalangan pemilih terdaftar. Keunggulan Demokrat melebar menjadi 20 poin di antara pemilih yang mengatakan sangat termotivasi untuk datang ke tempat pemungutan suara.
Survei tersebut juga menemukan 38 persen warga Amerika memperkirakan keadaan negara akan membaik apabila Demokrat menguasai Kongres. Sebanyak 33 persen mengatakan keadaan akan memburuk, sedangkan 29 persen menilai pergantian kendali tidak akan membawa perubahan berarti.
Temuan yang paling mengkhawatirkan bagi para pejabat petahana justru berada di luar persaingan antardua partai. Mayoritas pemilih menilai Kongres akan menjadi lebih baik apabila sebagian besar anggotanya saat ini tidak terpilih kembali pada November. Besarnya sentimen antipetahana itu melampaui tingkat yang tercatat menjelang gelombang kemenangan Demokrat pada pemilu paruh waktu 2006, ketika Perang Irak menjadi beban besar bagi pemerintahan Presiden George W Bush.
Pemilu akan diselenggarakan pada Selasa, 3 November 2026. Seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan dan 35 dari 100 kursi Senat akan diperebutkan. Partai Republik saat ini menguasai kedua kamar Kongres, termasuk mayoritas 53 kursi di Senat, berhadapan dengan 45 senator Demokrat dan dua senator independen yang bergabung dengan kaukus Demokrat.
Bukan Mandat Kosong untuk Demokrat
Keunggulan delapan poin memberi Demokrat modal kuat untuk merebut kembali kendali Kongres. Namun, data yang sama memperlihatkan bahwa pemilih belum memberikan cek kosong kepada partai tersebut.
Pandangan masyarakat terhadap kedua partai dan pemimpin mereka di Kongres masih sangat negatif. Banyak pemilih menilai Demokrat maupun Republik terlalu sibuk dalam pertarungan politik, tetapi belum cukup serius menangani tekanan ekonomi yang langsung dirasakan keluarga Amerika.
Bahkan di dalam basis Demokrat sendiri, keinginan melakukan pembaruan sangat kuat. Hampir enam dari setiap 10 warga yang mengidentifikasi diri sebagai Demokrat atau independen yang condong kepada Demokrat mengatakan partai itu membutuhkan perubahan besar, bahkan reformasi menyeluruh.

1 hour ago
5
















































