REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen otomotif asal China Xpeng memamerkan sedan listrik berperforma tinggi the Next P7 dan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang dapat dimanfaatkan untuk mobilitas masa depan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
The Next P7 merupakan sedan listrik berperforma tinggi yang memadukan desain progresif dengan integrasi teknologi AI untuk mendukung pengalaman berkendara masa depan. Kemudian, ada Xpeng Iron, humanoid yang menunjukkan kecerdasan buatan tingkat lanjut yang impresif.
“Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan Xpeng di Indonesia. Antusiasme dan kepercayaan konsumen menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dan bernilai untuk pasar Indonesia,” kata CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto.
The Next P7 memiliki tiga chip Turing AI dengan kemampuan komputasi hingga 2.250 TOPs (Trillions of Operations Per Second/Triliun Operasi Per Detik). Mobil ini berpenggerak roda belakang dengan baterai 74,9 kWh serta motor listrik tunggal berdaya 362 hp. Menurut laporan, The Next P7 dapat menempuh jarak sekitar 700-an km dalam sekali pengisian berdasarkan standar CLTC.
Masih ada versi Ultra Long Range dengan baterai 94,3 kWh yang jarak tempuhnya diklaim bisa mencapai hingga 820 km.
Namun peminat the Next P7 di Indonesia masih harus bersabar. Sebab, mobil yang dipajang di IIMS 2026 masih menggunakan setir kiri. Pihak Xpeng masih menjajaki respons pasar di Indonesia terhadap model ini dan harga yang pas untuk konsumen Tanah Air.
Physical AI
Xpeng juga mengkelaim telah sukses mengembangkan sistem Physical AI secara menyeluruh dan mandiri, mulai dari chip, sistem operasi berbasis kecerdasan buatan, hingga perangkat keras cerdas.
“Sistem ini menjadi fondasi teknologi bagi pengembangan berbagai inovasi Xpeng, termasuk kendaraan berbasis AI, Robotaxi, robot humanoid, hingga kendaraan terbang,” kata Djohan.
Xpeng telah memperkenalkan model AI dunia fisik generasi pertama yang dikembangkan secara mandiri. Dengan mengombinasikan teknologi VLT, VLA, dan VLM, sistem ini memungkinkan robot untuk berkomunikasi, bergerak, serta berinteraksi secara lebih alami.
Teknologi VLT dikembangkan secara khusus untuk robot dan berperan sebagai pusat pemrosesan utama yang memungkinkan robot berpikir lebih mendalam serta mengambil keputusan secara mandiri.

2 hours ago
5














































