Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan telah mengeluarkan instruksi darurat kepada penasihat seniornya sebagai antisipasi jika nanti dirinya terbunuh dalam perang melawan Amerika Serikat (AS). Dalam laporan New York Times dilansir Yeni Safak, Senin (23/2/2026), Khamenei memberikan instruksi bukan kepada Presiden Masoud Pezeshkian, tetapi kepada Ali Larijani.
New York Times mengutip sejumlah pejabat Iran, anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan mantan diplomat. Berikut rangkuman poin instruksi Khamenei.
Rencana Kontingensi dan Transfer Kepemimpinan
Menurut laporan, perintah Khamenei meliputi delegasi kepemimpinan dan rantai komando pada situasi darurat, menetapkan beberapa lapis penerus untuk posisi kunci militer dan politik. Jika komunikasi memburuk dan Khamenei terbunuh, pengambilan keputusan akan ditransfer kepada para penasihat dekatnya.
Laporan New York Times mengeklaim Khamenei menetapkan sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani akan menggantikan dirinya dalam urusan negara. Sebelumnya, Larijani dilaporkan sukses dalam meredam demonstrasi, mengurus masalah sensitif di perundingan nuklir dengan Washington, sekaligus berkoordinasi dengan Rusia, Qatar, dan Oman sambil menjalani rencana perang menghadapi potensi serangan AS.
Kesiapan Militer
Iran memposisikan angkatan bersenjatanya dalam tingkat kewaspadaan tinggi, mengerahkan kekuatan rudal di sekitar Irak dan Teluk Persia sambil menjalankan latihan militer sebagai persiapan menghadapi kemungkinan perang. Pernyataan publik Khamenei belakangan tetap dalam nada menantang, menjanjikan serangan balasan yang keras terhadap serangan apapun. Postur militer Iran saat ini merefleksikan asesemen Teheran terhadap jendela diplomasi yang mungkin tertutup, di mana Presiden AS Donald Trump mengatakan sebuah kesepakatan bisa dicapai dalam beberapa hari ke depan namun tetap mengingatkan bahwa tanpa kesepakatan, "hal buruk akan terjadi".
Konteks Suksesi
Sumber New York Times tidak melihat Ali Larijani akan menjadi penerus Khamenei tapi sebagai sosok yang paling dipercaya saat Iran menghadapi krisis. Rencana suksesi mencerminkan gravitasi yang mana Teheran melihat lingkungan yang mengancam saat ini, dengan persiapan kontingensi diperpanjang kepada level kepemimpinan tertinggi.
Saat Washington membuka kemungkinan skala serangan dari operasi militer terbatas ke perang yang lebih panjang, kepemimpinan Iran mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memastikan keberlanjutan tongkat komando jika Ayatollah Khamenei menjadi target serangan.

3 hours ago
4















































