Survei Adidaya Institute: Tiga Program Prabowo-Gibran Bakal Jadi Mesin Pertumbuhan

8 hours ago 8

Ekonom Adidaya Institute Bramastyo B Prastowo (kiri) memaparkan hasil survei terkait program Prabowo-Gibran, Rabu (25/2/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Survei Adidaya Institute mengungkapkan tiga program unggulan Prabowo-Gibran berpotensi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru. Sebanyak 43 persen responden ahli menilai program Kampung Nelayan, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan pembangunan 3 juta rumah memiliki daya ungkit terbesar bagi perekonomian.

Survei tersebut menyebut ketiga program mampu meningkatkan produksi, menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan perputaran ekonomi di daerah. Riset melibatkan 72 responden ahli dari berbagai profesi yang tersebar di 12 kota, antara lain Medan, Jakarta, Surabaya, hingga Makassar.

Ekonom Adidaya Institute Bramastyo B Prastowo mengatakan, hasil riset menunjukkan klaster tersebut menjadi prioritas utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. “Hasil riset ahli Adidaya Institute menunjukkan klaster Kampung Nelayan, KDKMP, dan program 3 juta rumah merupakan mesin utama dengan bobot penilaian 43 persen,” ujar Bramastyo dalam siaran pers, Rabu (25/2/2026).

Bramastyo mengatakan, survei bertujuan memetakan prioritas delapan program unggulan Prabowo-Gibran ke dalam tiga kategori, yaitu jangkar, mesin, dan stabilisator. “Tujuannya memang menentukan prioritas utama bagi Presiden Prabowo dalam melaksanakan 8 program unggulan (Big Bang dan Big Push),” kata Bramastyo.

Dalam survei tersebut, sebanyak 23,30 persen responden menilai dukungan terhadap Palestina Merdeka sebagai program jangkar. Sementara program Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, Lumbung Pangan, dan Makan Bergizi Gratis dikategorikan sebagai stabilisator sosial.

Bramastyo mengatakan, program mesin pertumbuhan memiliki efek berantai yang besar terhadap perekonomian. “Ketika permintaan dari sektor perumahan meningkat dan suplai dari desa diperkuat secara bersamaan, maka terciptalah efek berantai yang kuat,” ujar Bramastyo.

Read Entire Article
Politics | | | |