Tahun Ini, Mendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah

2 weeks ago 23

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI menargetkan revitalisasi sebanyak 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia pada 2026. Ini sebagai kelanjutan dari upaya pemerintah mempercepat perbaikan sekolah rusak serta meningkatkan mutu pendidikan nasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti menjelaskan, anggaran terkait program tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar lebih dari Rp14 triliun. Itu dialokasikan untuk sebanyak 11 ribu satuan pendidikan.

"Namun, Insya Allah setelah ada komunikasi dan Presiden berjanji tahun ini akan ditambah 60 ribu satuan pendidikan sehingga totalnya akan dibangun dan program revitalisasi 71 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia," ucap Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat ditemui usai peresmian SD Negeri Wonorejo 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026).

Sebagai perbandingan, pada 2025 lalu program revitalisasi sekolah menyasar sebanyak 16.175 satuan pendidikan dengan total alokasi anggaran sebesar Rp16,9 triliun.

Mendikdasmen menjelaskan, prioritas utama revitalisasi pada 2026 masih berfokus pada pembangunan dan perbaikan fisik gedung sekolah. Sebab, secara nasional masih ada lebih dari 100 ribu sekolah yang membutuhkan penanganan fisik.

"Slot tahun 2026 masih difokuskan pada pembangunan gedung karena masih banyak sekolah yang harus dibangun atau diperbaiki secara fisik. Selama beberapa tahun terakhir, memang belum ada pembangunan sekolah secara masif sehingga perlu diakselerasikan," kata Mendikdasmen.

Terkait permintaan bantuan sarana dan prasarana pendukung seperti laboratorium dan mebel dari Kepala SD Negeri Wonorejo 2, pihaknya menyebut sebagian masih memungkinkan untuk dibantu meski bukan menjadi prioritas utama.

"Untuk pengajuan laboratorium dan mebel, sebagian bisa kami bantu. Mudah-mudahan masih ada ruang di tahun 2026, walaupun fokus utamanya tetap pada fisik bangunan," jelasnya.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti optimistis program revitalisasi sekolah rusak dapat diselesaikan sebelum 2029 sesuai dengan target pemerintah. Jika revitalisasi dilakukan secara konsisten setiap tahun, penyelesaiannya bahkan berpotensi lebih cepat.

"Kalau sekarang 16 ribu, lalu tahun ini 71 ribu, insya Allah sebelum 2029 sudah 100 persen selesai. Bahkan bisa lebih cepat. Misalnya, mulai 2026 setiap tahun 71 ribu, maka 2027 bisa selesai," jelas Mendikdasmen.

Selain revitalisasi fisik, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan interactive flat panel (IFP) atau atau perangkat layar interaktif kepada sebanyak 288.186 sekolah di seluruh Indonesia. Ini termasuk sekolah-sekolah di wilayah Papua.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |