
Oleh: Entang Sastraatmadja, Anggota Dewan Pakar DPN HKTI
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras bergulir sejak Juli 2025 dan berlangsung hingga Desember 2025 dengan alokasi 1,318 juta ton. Sayang, dalam pelaksanaannya target tersebut tidak tercapai.
Hingga selesai 2025, penyaluran beras SPHP hanya sekitar 820 ribu ton. Program ini bertujuan meredam fluktuasi harga beras di pasaran dan meningkatkan akses masyarakat terhadap beras berkualitas dengan harga terjangkau.
Belum lama ini, ada kabar menarik yang disuarakan pemerintah. Banyak media sosial merilis Menteri Pertanian (Mentan)/ Kepala Badan Pangan Nasiona (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan penyaluran beras program SPHP akan terus digulirkan di seluruh Indonesia, termasuk saat musim panen raya berlangsung.
Menurut Mentan Amran, program SPHP terbukti efektif menjaga kestabilan harga beras di pasar sekaligus menekan inflasi pangan. Hasilnya juga terlihat dari data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat beras kembali menjadi salah satu komoditas peredam inflasi nasional pada Oktober 2025.
Paparan BPS menyebut, tingkat inflasi nasional pada Oktober 2025 tercatat 0,27 persen secara bulanan. Beras memberikan andil pada deflasi -0,08 persen. Tren ini menunjukkan keberhasilan stabilisasi harga beras dengan menggelontorkan beras SPHP ke konsumen.
Beras SPHP adalah salah satu program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dilakukan pemerintah untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan beras di pasar.
Program ini untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti masyarakat miskin dan kurang mampu.
Dalam program SPHP, pemerintah melakukan intervensi pasar dengan membeli beras dari petani dan menjualnya kembali ke pasar dengan harga lebih murah sehingga harga beras di pasar dapat tetap stabil dan terjangkau masyarakat.
Itu sebabnya, program beras SPHP akan diterapkan sepanjang hari. ‘’Tiada hari tanpa beras SPHP" adalah slogan pemerintah untuk menekankan pentingnya program SPHP dalam menjaga ketersediaan dan kestabilan harga beras di pasar.
Slogan ini bermakna, pemerintah berkomitmen memastikan setiap hari masyarakat bisa memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau.
Dengan komitmen ini, masyarakat tak perlu khawatir soal ketersediaan beras dan bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka lebih mudah. Slogan ini menekankan pula pentingnya menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maka, demi memastikan program beras SPHP berlangsung setiap hari, pemerintah menempuh beberapa strategi. Di antaranya, pemerintah melakukan pengadaan beras dari petani atau produsen dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam hal ini, kehadiran Perum Bulog sebagai operator pangan pemerintah, menentukan keberhasilan pengadaan beras SPHP.
Selanjutnya, pemerintah membangun jaringan distribusi yang efektif dan efisien untuk menyalurkan beras SPHP ke seluruh wilayah. Terutama, ke daerah-daerah rawan pangan. Di sini pun peran Perum Bulog sangat dibutuhkan, terlebih untuk menjangkau lokasi terpencil.
Kemudian, penguatan sinergitas, kolaborasi dan kerja sama dengan BUMN. Pemerintah bermitra dengan BUMN seperti Perum Bulog, ID Food. Langkah ini, jelas bukan sekadar omon-omon tetapi menuntut penerapan yang benar-benar nyata di lapangan.
Pemerintah juga melakukan pengawasan dan monitoring secara ketat atas pelaksanaan program SPHP untuk memastikan beras SPHP disalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Strategi lainnya, bisa juga dengan penetapan harga.
Pemerintah menetapkan harga jual beras SPHP yang terjangkau oleh masyarakat sehingga masyarakat memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau. Di sisi lain, pemerintah melakukan sosialisasi dan promosi tentang program SPHP kepada masyarakat.
Dengan demikian, masyarakat memahami manfaat dan tujuan program ini. Bisa pula, pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) untuk menjalankan prbogram SPHP di tingkat daerah sehingga program ini lebih efektif dan efisien.
Berdasarkan gambaran seperti ini, pemerintah bisa memastikan program beras SPHP berlangsung setiap hari dan masyarakat berkesempatan memperoleh beras dengan harga yang stabil dan terjangkau.
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.

4 hours ago
3
















































