Tim SAR Gabungan Total Kumpulkan 95 Bodypack di Lokasi Longsor Bandung Barat

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Operasi pendamapingan dan pemantauan pencarian di lokasi longsor di masa transisi dan pemulihan bencana tanah longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berlangsung pada Sabtu (7/2/2026). Total tim menemukan 95 bodypack.

"Pada pukul 11.15 WIB, tim berhasil menemukan satu bodypack di worksite A3, sehingga jumlah total bodypack yang telah diserahkan kepada Tim DVI menjadi 95 bodypack," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana. 

Seperti diketahui bencana longsor menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1/2026) yang menimbun puluhan rumah dan warga. Status tanggap darurat diterapkan dan berakhir pada Jumat (6/2/2026. Meski status sudah dicabut, personel Basarna tetap melanjutkan pencarian terbatas.

Pada hari ke-15 ini, kata Ade Dian, penyisiran difokuskan pada tiga worksite, yakni A1, A2, dan A3. Sebanyak 794 personel SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian. Operasi didukung oleh 11 unit excavator, 10 unit pompa air (alkon), 13 unit drone UAV, serta 10 ekor satwa K-9 guna mengoptimalkan upaya pencarian di area prioritas.

Berdasarkan pembaruan data dari Tim DVI Polda Jawa Barat, hingga saat ini telah berhasil dilakukan identifikasi terhadap 74 korban dari 77 bodypack yang telah diproses. Sementara itu, 18 bodypack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik yang berlaku.

"Walaupun status tanggap darurat telah selesai dan saat ini memasuki tahap transisi serta pemulihan, Basarnas bersama unsur SAR gabungan tetap melaksanakan operasi pendampingan dengan pola yang disesuaikan. Pencarian dan pemantauan tetap dilakukan secara adaptif, khususnya pada area-area yang memiliki potensi tinggi, dengan tetap mengedepankan keselamatan personel sebagai prioritas utama," ujar Ade Dian.

Meski begitu, ruang penanganan terbatas tetap dibuka apabila terdapat laporan, temuan, atau indikasi baru yang dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan operasional. Berdasarkan pertimbangan teknis lapangan, kondisi cuaca, serta evaluasi keselamatan, kegiatan pemantauan dan pencarian dihentikan sementara pada sore hari ini, dan akan dilanjutkan kembali sesuai dengan prosedur yang berlaku dan hasil evaluasi berikutnya.

"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh uunsur SAR gabungan, TNI/Polri, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan operasi kemanusiaan ini," kata Ade Dian. 

Read Entire Article
Politics | | | |